Alat Vital Bocah Pekalongan ini Terpotong Saat Disunat

Alat Vital Bocah Pekalongan ini Terpotong Saat Disunat ilustrasi

Covesia.com  - Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan tradisi sunatan yang ada di masyarakat. Sederhananya, sunat digambarkan sebagai pengangkatan kulit kulup penis alias preputium. Biasanya, hal ini dilakukan untuk berbagai alasan. Baik itu tradisi budaya, keyakinan agama, atau pembersihan diri.

Sunat merupakan salah satu prosedur operasi pengangkatan kulup atau jaringan yang menutupi kepala penis. Sunat biasanya dilakukan pada hari pertama atau kedua setelah lahir, bisa juga ketika anak menginjak usia sekolah. 

Seorang bocah yang tidak disebutkan namanya dari Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, harus mendapatkan nasib yang mengenaskan. Saat menjalani khitan sebagaimana anak laki-laki pada umumnya, penis sang bocah justru terpotong tatkala melakukannya pada Kamis (30/82018) lalu. 

Proses khitan ini dilakukan oleh seorang pensiunan mantri kesehatan dari Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan. Berdasarkan keterangan dari Polres Pekalongan yang menangani kasus ini, penis sang bocah terpotong tatkala sang mantri menggunakan pemotong listrik atau electric cautery. Sebuah pertanyaan pun muncul, apakah mungkin penis sang bocah disambung kembali?

Dikutip covesia.com dari laman doktersehat, pakar kesehatan menyebutkan bahwa besar kemungkinan penis sang bocah tidak akan bisa disambung kembali, apalagi melihat fakta bahwa yang putus adalah bagian kepala penis.

Selain itu, kepala penis ini juga mengalami luka bakar yang parah. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan oleh dokter kini hanyalah merekonstruksi penis sang bocah agar saluran kemihnya bisa terselamatkan.

Jika penis terpotong dengan pisau, asalkan bagian yang terpotong ini belum mati dan segera diberi tindakan medis, maka seharusnya penis bisa disambung kembali. Hanya saja, jika jaringan yang terpotong sudah membusuk atau sudah mati karena tak kunjung dimasukkan ke dalam es, maka sudah tidak mungkin disambung kembali.

Sang bocah diketahui mengalami trauma berat akibat hal ini. Meski sudah keluar rumah sakit, sang bocah kini dirawat di rumah neneknya demi mengatasi gangguan psikologisnya.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga