Sempat Tertunda, Pelaksanaan Vaksin MR di Bukittinggi Kembali Dilakukan

Sempat Tertunda Pelaksanaan Vaksin MR di Bukittinggi Kembali Dilakukan Ilustrasi pelaksaan imunisasi Vaksin MR di Kota Pariaman, beberapa waktu yang lalu (Foto: Covesia/ Rozi Yardinal)

Covesia.com - Pemerintah kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) kembali melaksanakan sosialisasi dan koordinasi Imunisasi Measles Rubella (MR) yang sempat tertunda, Jumat (7/9/2018).

Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias mengatakan bahwa sebelumnya pelaksanaan imunisasi MR ini sempat tertunda dengan munculnya berbagai pro dan kontra ditengah masyarakat. 

"Namun saat ini ada aturan baru dimana pada tanggal 20 Agustus lalu dimana MUI telah mengeluarkan fatwa terbarunya nomor 33 Tahun 2018 tentang Penggunaan Vaksin MR (Measles Rubella) Produk dari SII (Serum Institue of India) untuk Imunisasi yang menyatakan Vaksin MR boleh (mubah) dilakukan mengingat manfaat vaksin sebagai upaya mencegah mewabahnya penyakit campak dan Rubella yang dapat menyebabkan kecatatan permanen dan kematian," jelasnya.  

Ia mengharapkan kerjasama masyarakat dalam mensukseskan pemberian vaksin MR tersebut karena pemberian Imunisasi MR dapat memutus transmisi penularan virus campak dan rubella yang ada di masyarakat. 

Untuk kota Bukittinggi saja sampai saat ini pelaksanaan vaksin MR telah berjalan dengan baik, sebanyak 2172 anak telah diimunisasi atau 6,57 persen dari target 32.942 anak usia 9 bulan sampai 15 tahun.

(deb)



Berita Terkait

Baca Juga