Kadinkes Mentawai Targetkan Imunisasi MR Selesai Akhir Agustus

Kadinkes Mentawai Targetkan Imunisasi MR Selesai Akhir Agustus Foto: Covesia/ Kornelia Septin Rahayu

Covesia.com - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai melalui Dinas Kesehatan, turut mendukung pelaksanaan Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) Fase 2 yang dicanangkan di 28 provinsi luar pulau Jawa oleh Menteri Kesehatan RI dalam Surat Edaran Nomor HK.02.01/MENKES/444/2018 pada bulan Agustus hingga September 2018.

Sebelumnya, Kampanye Imunisasi MR Fase 1 telah dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2Ol7 di 6 (enam) provinsi di Pulau Jawa. Kampanye ini dilakukan untuk mencapai target eliminasi campak dan pengendalian rubella (Congenital Rubella Syndrome/CRS) pada tahun 2020.

“Imunisasi campak dan rubella pada bulan agustus 2018 menyasar para pelajar, sementara pada bulan september, imunisasi MR dilakukan di pos unit jaringan Dinkes Mentawai untuk masyarakat umum,“ ujar Lahmuddin Siregar, Kepala Dinas Kesehatan kepulauan Mentawai, Selasa (07/08/2018).

Tenaga pelajar yang dimaksud meliputi tingkatan Paud, TK, SD, SMP, hingga SMA. Sementara, sasaran pemberian imunisasi MR di lingkungan Dinkes Mentawai meliputi 10 kecamatan pada 12 unit jaringan Puskesmas, yaitu pustu, poskesdes, polindes, dan posyandu.

Lahmuddin mengatakan bahwa ada 725 pos sasaran kampanye imunisasi Measles dan Rubella di Mentawai, dengan target sasaran 30.938 jiwa, anak usia 9 bulan hingga 15 tahun, dan kondisi cakupan sementara pada hari selasa 07 agustus 2018 sudah mencapai 23 persen.

“Dalam pelaksanaan imunisasi MR, tidak terlalu ada kendala meskipun ada penolakan terkait halal haramnya vaksin,” tuturnya.

Penyakit campak dapat menyebabkan komplikasi penyakit yang serius seperti, diare, radang paru atau pneumonia, radang otak, kebutaan, gizi buruk bahkan kematian. Sementara Rubella, merupakan penyakit ringan pada anak, namun jika menulari ibu hamil pada awal kehamilan dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan.

“Saya mengimbau kepada masyarakat agar terus mendukung program kesehatan yang diselenggarakan pemerintah, salah satunya dengan mengikuti dan membawa balita ke pelayanan imunisasi di posyandu sehingga dapat menekan penularan atau dampak penyakit yang disebabkan oleh virus,” imbau Lahmuddin.

Sebelumnya, pada tahun 2005 terdata masyarakat mentawai yang terjangkit campak, yaitu di Desa Simatalu, kecamatan Siberut barat yang mengakibatkan 15 orang meninggal dunia.

Kontributor Mentawai: Kornelia Septin Rahayu


Berita Terkait

Baca Juga