Penyakit Langka dan Aneh yang Mungkin Tidak Pernah Anda Tahu

Penyakit Langka dan Aneh yang Mungkin Tidak Pernah Anda Tahu Ilustrasi

Covesia.com - Ketika harus menyebutkan penyakit langka, mungkin yang terlintas dalam pikiran anda penyakit seperti ebola, zika, atau beberapa penyakit yang disebabkan oleh kelainan genetik. Ya, mungkin itu memang termasuk penyakit langka yang jarang terjadi.

Namun, ternyata ada beberapa penyakit langka dan aneh lainnya. Beberapa penyakit ini mungkin belum pernah anda dengar sebelumnya atau bahkan bisa mengejutkan anda.

Apa saja itu? Berikut covesia.com mengulasnya dari laman hellosehat.

1. Sindrom Alice in Wonderland

Penyakit ini diberi nama seperti tokoh utama dari buka klasik karya Lewis Caroll, yaitu Alice. Dalam cerita fantasi tersebut, Alice memiliki kemampuan untuk menyusutkan diri. Nah, Alice in Wonderland syndrome (AIWS) adalah gangguan otak yang merusak persepsi seseorang tentang ukuran.

Penyakit langka ini juga dikenal sebagai sindrom Todd atau halusinasi liliput (kecil), kondisi ini membuat anda  mengalami perubahan citra tubuh atau lingkungan sekitar, di mana bagian tubuh atau objek eksternal yang terlihat menjadi lebih besar atau lebih kecil dari yang sebenarnya.

Meskipun tidak jelas apa yang menyebabkan AIWS, tapi epilepsi, tumor otak, penggunaan obat psikoaktif, dan virus Epstein-barr dikaitkan menjadi faktor penyebab penyakit ini.

Umumnya gangguan tersebut terjadi pada anak-anak dan kemudian hilang saat mencapai usia remaja. Namun, juga bisa bertahan hingga dewasa.

Pada tahun 2013, The Daily Mail melaporkan bahwa AIWS masih dimiliki oleh seorang wanita Inggris berusia 24 tahun. Ia mulai mengalami serangan AIWS sejak usia 5 tahun dan terjadi hampir setiap hari selama masa kanak-kanak. Sementara, serangannya mulai berkurang saat dewasa, tapi masih muncul beberapa kali setiap tahun.

Ia menggambarkan rasanya ketika mengalami serangan, ia mengatakan bahwa, “Serangan secara bertahap menumpuk anda. Anda merasa seperti ruangan semakin menyempit pada anda dan tubuh anda menjadi lebih besar.

Lengan dan kaki anda mulai terasa lebih panjang. Objek-objek sekeliling anda tampak lebih jauh atau tampak lebih kecil dari mereka. Semuanya terasa berlebihan dan gerakan terasa lebih cepat dan tiba-tiba. Rasanya persis seperti yang Alice lakukan di buku, semuanya terasa besar atau kecil dan anehnya tidak proporsional. ”

2. Alergi air

Urtikaria aquagenik atau alergi air, penyakit langka yang satu ini mungkin akan terdengar mengejutkan, karena mengingat sekitar 60 persen tubuh manusia terdiri dari air.

Orang dengan urtikaria aquagenik tidak dapat bersentuhan dengan benda basah. Ia akan cepat gatal-gatal setelah kulitnya bersentuhan dengan air terutama di bagian leher, lengan, dan tubuh bagian atas.

Orang dengan penyakit langka ini tidak bisa mandi, berenang, atau terkena air hujan. Bahkan bagi beberapa orang, menangis juga bisa menyebabkan gatal. Dalam kasus yang jarang terjadi, air minum juga dapat memicu reaksi alergi.

Jumlah orang yang memiliki alergi air belum jelas, meskipun penelitian menunjukkan kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita daripada pria, dan biasanya terjadi selama pubertas atau setelahnya.

Penyebab pasti dari alergi ini pun belum jelas, tapi para ahli menyebutkan beberapa kemungkinan penyebabnya, seperti zat yang terkandung dalam air dan bisa menyebabkan alergi.

3. Lidah geografis

Lidah geografis memiliki gejala yang mirip dengan psoriasis di mulut, yaitu munculnya luka di permukaan atau sisi lidah.

Lidah geografis adalah kondisi peradangan lidah yang menyebabkan lesi berbentuk seperti pulau-pulau pada peta. Biasanya luka terlihat tidak beraturan, berwarna merah atau putih, dan memiliki batas kuning di tepiannya. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa seperti terbakar atau iritasi.

Penyebab dari lidah geografis belum diketahui. Namun, peneliti berpendapat bahwa kondisi ini dipicu dari hal-hal yang menimbulkan stres, termasuk alergi, gangguan hormonal, kekurangan nutrisi, gangguan psikologis, dan bahkan makanan pedas.

4. Sindrom bau ikan

Sindrom bau ikan atau bau amis ini biasanya disebabkan karena tubuh kekurangan enzim yang mencegah pemecahan trimethylamine (TMA). Trimethylamine adalah bahan kimia dari pencernaan protein yang menimbulkan bau yang kurang sedap, seperti bau ikan busuk.

Bau ini akan tercium dalam urine, keringat, dan napas anda. Tidak ada obat untuk sindrom ini, tapi anda bisa mengurangi gejalanya dengan melakukan diet bebas TMA. Diet ini dilakukan dengan menghindari makan kacang-kacangan, telur, dan jenis ikan dan daging tertentu.

5. Sindrom Kleine-Levin

Sindrom Kleine-Levin atau dikenal juga sebagai sindrom Sleeping Beauty, adalah gangguan neurologis yang langka dan kompleks. Sindrom ini ditandai dengan tidur yang terlalu banyak dan berulang kali. Sindrom ini lebih sering terjadi pada remaja.

6. Penyakit Morgellons

Penyakit Morgellons adalah kondisi yang membuat seseorang merasa seperti ada sesuatu yang berjalan, menggigit, merayap atau menyengat di kulitnya. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa sakit dan tentu mengganggu aktivitas. Meski begitu, penyakit ini memang jarang terjadi dan masih kurang dipahami apa penyebabnya.

Orang yang mengalami penyakit ini akan sering merasa bingung, cemas, hingga stres. Beberapa dokter mengenali kondisi ini sebagai infestasi delusional.

Dokter biasanya memberi perawatan dengan terapi perilaku kognitif, antidepresan, obat antipsikotik, dan konseling. Sementara, dokter lainnya mengira gejala ini berhubungan dengan infeksi pada sel-sel kulit. Karena itu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai penyakit ini.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga