Innalillahi, Ulama Betawi Buya KH Saifuddin Amsir Tutup Usia

Innalillahi Ulama Betawi Buya KH Saifuddin Amsir Tutup Usia Foto: Instagram Anies Baswedan

Covesia.com - Kabar duka disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, atas berpulangnya ahli fikih dari betawi, Buya KH.Saifuddin Amsir, pagi tadi pukul 01.20 WIB di RS Omni Pulomas, Jakarta Timur.

Dalam postingan di instagram, @aniesbaswedan; Anies berharap agar seluruh amal ibadah ulama betawi itu dapat diterima Allah SWT.

"Innalillahi wa inna ilaihi roojiun. Turut berduka cita atas berpulangnya ahli fikih dari betawi, Buya KH.Saifuddin Amsir, pagi ini pukul 01.20 WIB di RS Omni Pulomas, Jakarta Timur. Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT," tulis Anies.

Kepulangan KH Saifuddin Amsir Naiman al-Batawiy yang akrab disapa Buya Saifuddin membawa duka umat muslim.

Dikutip dari situs resmi Nahdatul Ulama (NU), www.nu.or.id, Buya Saifuddin merupakan seorang ulama Betawi yang sangat berpengaruh di Jakarta. Buya diketahui aktif mendukung pasangan Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Uno dalam masa kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017.

Terlepas dari urusan politik, Buya Saifuddin merupakan Ahli Fiqih yang telah melahirkan tiga tafsir, yakni Jawahir Al-Qur’an, Majmu Al-Furu'wa Al-Masail dan Al-Qur'an I’jazan wa Khawashan wa Falsafatan.

Putra dari Haji Amsir Naiman d dan Hajjah Nur'ain itu merupakan anak sederhana asal Kebon Manggis, Matraman, Jakarta Timur. Ayahnya seorang ustaz kampung, sedangkan ibunya merupakan ibu rumah tangga yang mengurus sepuluh anak.

Pria kelahiran Jakarta, 31 Januari 1955 itu hidup dengan kedisiplinan untuk beribadah dan belajar yang ditanamkan sang ayahanda membawanya kepada kesuksesan.

Selepas menyelesaikan pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Washliyah dan Madrasah Tsanawiyah, Buya mulai berguru kepada beberapa ulama di berbagai wilayah Jakarta, di antaranya KH Abdullah Syafi’i, KH Muhammad Syafi’i Hadzami Kebayoran Lama, Habib Abdullah bin Husein Syami Al-Attas dan Guru Hasan Murtoha.

Berkat ketekunannya, dirinya didapuk sebagai lulusan Aliyah terbaik se-Jakarta dan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Fakultas Syari’ah Universitas Islam Asy-Syafi’iyyah (UIA). Abuya pun mendapat gelar sarjana muda.

Tidak berhenti sampai di situ, Buya kemudian melanjutkan pendidikan dengan mengambil Jurusan Akidah dan Filsafat Fakultas Ushuluddin IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta atau UIN Jakarta saat ini. Karena berbagai prestasi, dirinya diterima tanpa melalui tes masuk.

Lulus dengan predikat terbaik, Abuya kemudian mengajar di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta sembari terus mengisi majelis taklim seantero Ibu Kota.

Aktivitasnya itu sudah dilakoninya selama lebih dari 40 tahun hingga dirinya jatuh sakit dan meninggal pada usia 63 tahun.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga