Mengenal Fauzi Azim, 15 Tahun Mengabdi Jadi Petugas Jam Gadang

Mengenal Fauzi Azim 15 Tahun Mengabdi Jadi Petugas Jam Gadang Fauzi Azim saat membersihkan dan memantau mesin Jam Gadang agar selalu tetap berdetak, Senin (9/7/2018)(Foto: Debi K)

Covesia.com - Mengenal Fauzi Azim, petugas Jam Gadang Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) yang telah mengabdi menjadi petugas selama kurang lebih 15 tahun.

Pria berkepala plontos ini lahir di Bukittinggi, 5 Mei 1961, ia mengawali karirnya di pemerintah daerah kota Bukittinggi pada tahun 1983.

Ia mulai bekerja di dinas kebersihan sebelum dipindahkan ke dinas pariwisata setempat pada tahun 2011 dan dipercaya menjadi petugas Jam Gadang. 

"Awalnya hanya berstatus honor dan pada tahun 2006 baru diangkat menjadi PNS," katanya saat diwawancarai Covesia.com, Senin (9/7/2018).

Ia menyebutkan selama 15 tahun dipercaya menjadi petugas di Jam Gadang banyak suka dan duka yang dihadapi.

"Sukanya senang merawat pusaka peninggalan sejarah dan dukanya mendapat ocehan masyarakat ketika jam mati," ungkapnya. 

Fauzi menyampaikan banyak pengalaman yang ia hadapi selama menjadi petugas, karena ia termasuk petugas yang dituakan dan yang paling lama menjadi petugas. 

Selama bertugas menjaga Jam Gadang banyak petinggi daerah yang telah pernah berjabatan tangan dengannya, baik itu bupati maupun walikota di berbagai daerah di Indonesia.

"Pengalaman yang tak terlupakan berjabatan tangan dengan mantan presiden RI beserta istrinya SBY dan Ani serta almarhum artis Julia Perez dan Tukul Arwana ketika hendak syuting di Jam Gadang," jelasnya. 

Pria dengan tiga orang anak yang tinggal di kelurahan tangah sawah Bukittinggi itu pada 1 Juni 2019 akan memasuki masa pensiun.

"Jadi sebelum pensiun saya berencana akan membuat sebuah buku bagaimana pengalaman dan jejak karir saya selama 15 tahun menjadi petugas Jam Gadang serta suka duka yang telah saya hadapi," tuturnya. 

Ia berpesan agar apa yang telah ia berikan kepada pemerintah daerah dan khususnya masyarakat dalam merawat dan menjaga Jam Gadang dapat memberikan kepuasan karena benda peninggalan sejarah ini merupakan Ikon utama Bukittinggi dan menjadi salah satu tujuan utama kunjungan ke Bukittinggi.

"Bagi saya kita boleh tua tapi kota tetap remaja," kata dia.

(deb)

Berita Terkait

Baca Juga