Bikin Heboh, Pemuda di Padang Pasang Baliho Sebagai Calon Presiden

Bikin Heboh Pemuda di Padang Pasang Baliho Sebagai Calon Presiden Alde Efendi Ketika Diwawancarai Wartawan di Kota Padang Soal Pencalonan Dirinya Jadi Presiden (foto: Kabar Nagari)

Covesia.com - Alde Efendi, mungkin nama yang tidak terlalu familiar bagi anda khususnya masyarakat kota Padang, Sumatera Barat. Namun siapa sangka, Alde Efendi baru-baru ini berhasil menggemparkan publik di Kota Padang, bahkan di Sumatera Barat.

Bagaimana tidak, dia memberanikan diri menyatakan siap untuk maju menjadi Calon Presiden. Tak tanggung-tanggung, Alde Efendi juga memasang Balihonya di sebuah persimpangan di Kota Padang, Sumatera Barat.

Baliho yang dipasang Alde Efendi di Simpang Empat By Pass Andalas Padang tersebut viral di media sosial. Berbagai ragam tanggapan pun berdatangan untuk mengomentari Baliho Alde Efendi Calon Presiden tersebut. Ada yang memberikan komentar positif, ada juga yang memberikan komentar miring terhadap Baliho Alde Efendi tersebut.

Terkait Baliho Calon Presiden tersebut, awak media mencoba untuk menyambangi Alde Efendi di Kantornya yang beralamat di Jalan Veteran, Kota Padang, Sumatera Barat.

Pria kelahiran, 21 Juli 1981 ini membenarkan soal niatnya maju menjadi Calon Presiden.

“Ya benar, bisa dilihat sendiri Baliho sudah saya pasang. Saya menyatakan maju menjadi Calon Presiden dari Sumatera Barat. Dan saya rasa dalam sistem demokrasi yang dianut oleh bangsa kita, setiap warga negara memiliki hak politik untuk memilih dan juga dipilih. Makanya, dari hal tersebut saya memberanikan diri saya untuk menyatakan maju menjadi Calon Presiden,” kata Alde Efendi dikutip covesia.com dari laman Kabarnagari.com.

Alde menyebutkan, alasan dirinya maju karena disuasana saat sekarang ini, yang menjadi Calon Presiden itu diperbincangkan oleh masyarakat hanya Prabowo dan Jokowi dan tidak ada anak-anak minang yang berani maju menjadi Calon Presiden.

“Makanya, melihat fenomena itu, saya memberanikan diri dan membuktikan bahwasanya Orang Minangkabau di Indonesia juga banyak yang kompeten untuk menjadi seorang Presiden. Saat sekarang ini tidak, kita kebanyakan khususnya di Minang ini hanya terfokus kepada dua tokoh saja, Prabowo dan Jokowi,” ujar Alumni SMA 2 Padang ini.

Alde Efendi menilai, pemerintahan saat ini masih banyak kekurangan. Banyak isu-isu yang menjadi persoalan serius di Indonesia. Apalagi persoalan agama dan politik serta lain-lain. Alde memandang, masyarakat Indonesia saat sekarang ini sudah terbagi menjadi dua.

“Maksud saya sudah terbagi dua itu, saat ini ada kaum Agama dan juga kaum Nasionalis. Saya berniat maju agar negara kita ini bisa kembali bersatu dalam Bhineka Tunggal Ika,” papar suami dari Intan Kumala Sari ini.

Pria yang sudah mempunyai dua orang anak ini yaitu Zidan dan Alea sangat bersyukur, sejak dirinya memasang Baliho Calon Presiden tersebut ternyata banyak respon positif yang datang kepadanya dari masyarakat.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur respon dari masyarakat banyak yang positif. Akan tetapi juga tidak terlepas dari pro dan kontra. Namun hal ini wajar dan saya harus siap jika tampil ditengah-tengah publik,” katanya.

Pria lulusan SMP Negeri 2 Padang ini mengaku sudah ditelephone oleh beberapa orang elit partai untuk meminangnya, sejak dirinya memang Baliho Calon Presiden tersebut. Akan tetapi, para elit-elit partai tersebut menelvon dirinya untuk menawarkan sesuatu yang lain, yakni mencali Calon Legislatif untuk DPRD dan DPR RI.

“Semuanya mungkin-mungkin saja, ya kalau ada orang menawarkan tentu saya terima dahulu. Akan tetapi yang pasti saya sekarang ini fokus disini saja dahulu. Dalam politik ini semuanya bisa saja terjadi dan kita kembali kepada keyakinan diri kita sendiri serta meyakinkan masyarakat bahwa anak muda Minang bisa maju dan ada,” ucap pria Lulusan SDN 27 Olo Ladang ini.

Alde Efendi menyampaikan, pengabdian untuk Negara Republik Indonesia bukan hanya dengan menjadi seorang Presiden saja, akan tetapi banyak posisi posisi lain dan hal lain yang bisa dilakukan untuk negara dan bangsa ini dalam hal yang berbeda.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga