Wanita Lebih Rentan Kecanduan Alkohol, ini Penyebabnya!

Wanita Lebih Rentan Kecanduan Alkohol ini Penyebabnya ilustrasi

Covesia.com - Setiap orang memiliki risiko kecanduan alkohol jika mengonsumsinya terus-menerus. Namun konon, wanita menjadi golongan orang yang lebih rentan mengalami hal tersebut daripada pria.

Dilansir dari Prevention, sebuah studi besar oleh National Institute on Alcohol Abuse and Alcoholism (NIAAA) pada 2017 melaporkan bahwa tingkat penyalahgunaan dan ketergantungan alkohol pada wanita meningkat hingga 83,7% antara tahun 2002 dan 2013.

“Persentase penyalahgunaan alkohol pada wanita melebihi pria. Ketika kita melihat peningkatan yang tajam ini, Anda bertanya-tanya apakah kita akan melihat beban penyakit yang lebih besar bagi wanita,” kata profesor dari Columbia University, Katherine Keyes.

Bahaya kecanduan alkohol pada wanita

Rata-rata wanita memiliki lemak tubuh lebih banyak daripada pria. Lemak ini mengandung sedikit air, sehingga lebih sedikit pula cairan yang dibutuhkan untuk membuat alkohol benar-benar menyerap ke dalam tubuh wanita

Akibat hal tersebut, alkohol lebih mudah masuk ke dalam aliran darah wanita. Hal ini memungkinkan efek memabukkan dari alkohol untuk terjadi lebih cepat, apalagi jika tingkat estrogen sedang berada di puncaknya.

Ketika sudah dalam kondisi mabuk, gejala fisik lain yang dapat terjadi adalah hilangnya kendali atas pengaturan kuantitas minuman, kesulitan menjaga keseimbangan diri dan emosional, serta memiliki pemikiran yang obsesif terhadap minum keras.

Tak berhenti di situ, peneliti dari NIAAA, Patricia Chou, mengatakan bahwa konsumsi alkohol berlebih pada wanita juga dapat meningkatkan risiko terjadinya 200 penyakit, termasuk kanker, dan gangguan kejiwaan.

“Alkohol membuat wanita lebih rentan terhadap masalah kesehatan terkait hormonal dan metabolisme. Hal ini ditakutkan memiliki efek samping jangka panjang yang kurang menyenangkan,” kata direktur medis dari Hazelden Betty Ford Foundation Youth Continuum, Joseph Lee.

Penyebab wanita rentan kecanduan alkohol

Dikutip covesia.com dari laman klikdokter, sejumlah ahli menyebut bahwa peningkatan kecanduan alkohol pada wanita mungkin berasal dari stres dan kecemasan atas keseimbangan kehidupan kerja. Menurut sebuah laporan dari Wharton School of Business, wanita usia kerja masa kini tidak lebih bahagia daripada beberapa puluh tahun yang lalu.

Selain itu, wanita juga lebih sulit merasa bahagia jika dibandingkan dengan pria. Pada tahun 1972 misalnya, 4% wanita bisa merasa sangat bahagia melebihi apa pun. Namun memasuki era milenium, hal seperti ini hanya terjadi bahkan tidak mencapai 1%.

Tinggalkan alkohol sekarang juga!

Menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, seseorang bisa saja kecanduan alkohol meski dirinya sudah menjalankan pola hidup sehat.

“Jadi jika anda masih mengonsumsi alkohol, meski Anda berolahraga atau banyak minum air putih, anda tetap akan merasakan dampaknya, baik jangka pendek maupun jangka panjang,” ujar dr. Nadia.

Oleh karena itu, cara terbaik agar tidak terperangkap jerat minuman berbahaya ini adalah dengan tidak menyentuhnya sama sekali. Namun, jika anda sudah terlanjur berurusan dengan alkohol, kurangilah secara perlahan hingga akhirnya benar-benar berhenti. Dengan ini, diharapkan dampak buruk alkohol tidak menimpa anda di kemudian hari.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga