Kisah Razan Najjar, Perawat yang Tewas Ditembak Israel Tak Gentar Bertugas di Bawah Hujan Peluru

Kisah Razan Najjar Perawat yang Tewas Ditembak Israel Tak Gentar Bertugas di Bawah Hujan Peluru Razan Najjar

Covesia.com - Nama Razan Najjar menjadi perbincangan di seluruh dunia. Wanita Palestina itu ditembak hingga tewas oleh tentara Israel, IDF.

Wanita berusia 21 tahun tersebut menjadi sukarelawan tenaga medis bersama Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas di Gaza.

Najjar mengalami kejadian nahas saat sedang memberikan pertolongan kepada demonstran yang terluka di perbatasan Gaza, Palestina, Jumat (1/5/2018).

Pada hari Jumat tersebut ribuan warga Palestina kembali diadakan protes mengambil bagian dengan membuat kerusuhan di sepanjang pagar keamanan, membakar ban, dan melemparkan batu.

Inilah adegan di mana Najjar berlari dengan mantel putihnya untuk menolong seorang pria tua yang telah dipukuli di bagian kepala.

Saat peristiwa penembakan itu terjadi, Najjar berada 100 meter dari pagar dan sedang membalut pria yang terkena tabung gas air mata. Pria tersebut kemudian dibawa dengan ambulans.

Tiba-tiba saja suara tembakan terdengar dan Najjar jatuh ke tanah. Najjar dibawa ke rumah sakit dengan kondisi yang sangat serius. Dia meninggal dunia di ruang operasi.

Razan Najjar menghembuskan napas terakhir tidak lama setelah peluru dari tentara Israel bersarang di dadanya.

Menurut Juru Bicara Kementerian Ashraf Al-Qudra, Najjar mengenakan jas putih khas petugas medis ketika ia ditembak.

Pejabat kesehatan Gaza menyebut, Razan Najjar adalah orang Palestina ke-119 yang tewas sejak dimulainya aksi protes pada Maret Lalu.

Kepergian Najjar tentu menyisahkan duka. Terutama bagi keluarganya. Sebelum meninggal dunia, Najjar ternyata sempat berbicara dengan sang ayah, "kami memiliki satu tujuan, untuk menyelamatkan nyawa dan mengevakuasi orang. Dan mengirim pesan ke dunia: Tanpa senjata, kita bisa melakukan apa saja," ujar ayah Najjar.

Kematian Razan al-Najjar, wanita Palestina yang ditembak tentara Israel membuat dunia berduka. Ribuan orang tumpah ruah di jalanan Gaza pada Sabtu (2/5/2018).

Mereka mengantarkan jasad Razan Najjar, paramedis yang tewas setelah ditembak tentara Israel sehari sebelumnya.

Isak tangis pun mengiringi perjalanan mengantarkan Najjar ke peristirahatan terakhirnya. Terlihat pula beberapa paramedis berseragam putih memegang bendera Palestina dan foto Najjar. Mereka berbaris saat prosesi pemakaman.

Selamat jalan Razan Najjar.


(sea)

Berita Terkait

Baca Juga