Ancam Tembak Presiden di Medsos, ABG 16 Tahun Diringkus Polisi

Ancam Tembak Presiden di Medsos ABG 16 Tahun Diringkus Polisi

Covesia.com - Video yang menampilkan seorang pemuda yang mengancam akan menembak Presiden Joko 'Jokowi' Widodo viral di media sosial. Selain mengancam akan menembak, dia juga menantang Jokowi agar menangkap dirinya dalam 24 jam.

Dalam video berdurasi tak kurang dari lima menit itu, pemuda bekacamata itu mengancam Presiden Jokowi sambil telanjang dada. Pemuda itu juga memegang dan menunjuk-nunjuk foto Jokowi.

"Gue tembak lo ya, gue pasung lo," ujar pemuda itu sambil menunjuk-nunjuk foto Presiden Jokowi.

Selain mengancam akan menembak, pemuda itu juga menghina Presiden Jokowi dan meminta Jokowi mencarinya dalam waktu 24 jam.

Video yang diunggah pemilik akun Instagram @jojo__ismyname itu sontak menuai reaksi keras dari warganet.

"Ada yg tau ig ini org ga? Engga tau diri, dia kira dia siapa berani nantang presiden," tulis pemilik akun @anggyt91.

Sebagian besar warganet meminta aparat kepolisian menangkap pemuda itu karena telah menghina kepala negara.

"Tangkep nih anak msh ingusan aja brani2nya ngomong kyk gitu dasar bocah geblek, stres. Ini anak musti dibawa ke psikiater mau tajir atau nga kurang ajar ini anak," tulis pemilik akun @graciajuwono.

Tak butuh waktu lama, Rabu (23/5/2018) aparat berhasil meringkus pemuda berinisial 'S' yang ternyata masih ABG (anak baru gede) tersebut.

Polisi menyebut S (16), menyesali perbuatannya dan mengatakan tak bermaksud menghina Jokowi.

"Yang bersangkutan juga menyesali perbuatannya dan dia tidak bermaksud menghujat Bapak Presiden dan dia juga tidak membenci Presiden," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. 

Argo mengatakan video viral tentang ancaman terhadap Jokowi itu dibuat S hanya untuk lucu-lucuan dengan teman-temannya. Mereka membuat lomba terkait kemampuan polisi untuk menangkap remaja tersebut.

"Jadi intinya dia hanya lucu-lucuan dengan teman-temannya untuk berlomba itu. Artinya bahwa dia ingin mengetes apakah polisi mampu menangkap," papar Argo.

Selain itu, Argo menyebut tindakan tersebut sebagai kenakalan remaja. Mereka tidak tahu bahwa video ancaman itu mempunyai dampak besar.

"Ini merupakan kenakalan remaja. Kenapa? Ya karena pada saat dia berkumpul dengan temannya dia mengatakan, 'Kamu berani nggak kamu? Nanti kalau berani, kamu bisa nggak ditangkap polisi?'" papar dia.

Polisi berhasil melacak keberadaan dan menemukan rumah S di kawasan Kembangan, Jakarta Barat. S langsung dibawa ke Mapolda Metro Jaya sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat ini S masih menjalani pemeriksaan. Dia diperiksa dengan didampingi oleh keluarganya. 

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga