Kenali dan Waspadai Gejala Depresi Mayor Atipikal

Kenali dan Waspadai Gejala Depresi Mayor Atipikal Pixabay

Covesia.com - Tidak banyak yang tahu bahwa depresi sebenarnya ada banyak jenis. Salah satu jenis depresi yang paling sering didiagnosis adalah depresi mayor (major depressive disorder/MDD). Depresi mayor (MDD) kemudian dibagi lagi menjadi beberapa tipe, salah satunya adalah depresi atipikal. Berikt covesia.com mengulasnya dari laman hellosehat.

Apa bedanya depresi mayor (major depressive disorder/MDD) dan depresi atipikal?

Menurut Diagnostic and Statistical Manual for Mental Disorders (DSM)-IV, MDD sering disebut juga sebagai depresi tipe klasik yang didefinisikan sebagai mood depresif yang berlangsung terus menerus minimal 2 minggu.

Gejala utama dari depresi mayor termasuk perasaan sedih, nelangsa, atau putus asa yang terus menerus; kehilangan minat dan gairah untuk melakukan hal yang dulu dianggap menyenangkan; kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan; dan sulit tidur. Tidak sedikit orang dengan depresi mayor yang juga memiliki pemikiran bunuh diri atau kecenderungan ingin bunuh diri.

Karena depresi atipikal adalah subtipe dari depresi mayor, ciri keduanya hampir sama. Bedanya, orang yang memiliki depresi atipikal bisa mengalami peningkatan mood sebagai respons terhadap kondisi dan kejadian positif. Sementara itu, MDD klasik tidak menunjukkan perubahan mood apapun saat menghadapi kondisi atau kejadian yang menyenangkan.

Sedangkan pada depresi atipikal yang merupakan subtipe dari MDD memiliki ciri yang hampir sama, namun bedanya depresi atipikal bisa mengalami peningkatan mood sebagai respons terhadap kondisi dan kejadian positif. Sementara itu, depresi mayor atau depresi klasik tidak menunjukkan perubahan mood apapun saat menghadapi situasi atau kejadian yang menyenangkan.

Apa saja gejala depresi atipikal?

Gejala depresi bisa bervariasi pada setiap orang. Selain gejala depresi yang umum seperti di atas, depresi atipikal akan menunjukkan gejala-gejala seperti berikut:

  • Mood membaik begitu mengalami atau melihat kejadian yang positif, atau mendengar kabar baik.
  • Mengalami minimal 2 dari gejala berikut:
  • Peningkatan berat badan atau peningkatan nafsu makan.
  • Hipersomnia, kondisi yang dialami ketika anda sebenarnya cukup tidur tapi tetap merasa mengantuk dan kelelahan pada siang hari.
  • Paralisis alias kelemahan pada tangan dan kaki.
  • Gangguan interaksi pada kehidupan sosial dan pekerjaan.

Apa penyebab depresi atipikal?

Sama seperti jenis depresi lainnya, Penyebab pasti dari depresi atipikal belum diketahui. Namun, ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko anda mengalaminya. Faktor risiko yang umum antara lain:

  • Pengalaman traumatis, seperti kekerasan fisik, kekerasan seksual, kematian orang yang dicintai, atau perceraian.
  • Riwayat penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan.
  • Didiagnosis dengan penyakit berat seperti kanker, HIV, stroke, dan sakit jantung
  • Genetik (ada riwayat anggota keluarga yang menderita depresi)

Depresi juga bisa disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon di otak yang mengatur suasana hati, seperti serotonin, norepinefrin, dan dopamin.

Perawatan untuk depresi atipikal

Depresi tidak boleh dianggap remeh karena dapat mencegah anda menikmati hidup seutuhnya.

Pilihan terapi perawatan untuk depresi atipikal bisa termasuk obat resep dokter, psikoterapi dengan psikolog, perubahan gaya hidup, atau juga kombinasi dari hal-hal tersebut.

Obat-obatan

Dokter mungkin meresepkan antidepresan, seperti monoamine oxidase inhibitors (MAOIs) atau selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI). Dokter mungkin akan meresepkan satu atau beberapa kombinasi obat untuk mengendalikan gejala yang anda miliki.

Pastikan untuk bertanya pada dokter anda mengenai efek samping dan interaksi makanan atau obat sebelum anda mulai mengonsumsinya.

Psikoterapi

Terapi ini  melibatkan pertemuan dengan terapis atau konselor secara teratur. Jenis perawatan ini memungkinkan anda untuk mengekspresikan semua perasaan anda, mengidentifikasi pikiran yang tidak sehat dalam diri anda, dan belajar untuk memecahkan masalah.

Perubahan gaya hidup

Selain dengan obat dan terapi, perubahan gaya hidup dan perawatan di rumah juga dapat membantu meringankan gejala MDD ciri atipikal. Perubahan gaya hidup dan perawatan di rumah ini termasuk:

  • Menghindari narkoba dan alkohol.
  • Berolahraga setidaknya tiga kali per minggu.
  • Tidur yang cukup.
  • Menerapkan teknik relaksasi, seperti pernapasan dalam dan meditasi.
  • Mengonsumsi suplemen tertentu, seperti minyak ikan.

Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum anda mulai mengonsumsi suplemen apa pun. Beberapa pengobatan alami dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu yang digunakan untuk mengobati depresi.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga