Mengupas Mitos Rematik Disebabkan Mandi di Malam Hari

Mengupas Mitos Rematik Disebabkan Mandi di Malam Hari Ilustrasi- mandi malam hari. (go-dok.com)

Covesia.com- Setelah tubuh terkena debu dan kotoran akibat beraktivitas seharian, mandi dan membersihkan tubuh tentunya akan terasa sangat menyegarkan dan dapat menghilangkan bau badan.

Sayangnya, menumpuknya tugas yang tak kunjung selesai memaksa Anda harus pulang telat di malam hari. Akhirnya, mandi di malam hari lama kelamaan menjadi rutinitas yang selalu dilakukan sehabis pulang beraktivitas.

Nah, jika diperhatikan, begitu banyak mitos yang mengaitkan mandi di malam hari dengan berbagai penyakit. Salah satunya penyakit rematik yang disebabkan mandi di malam hari. Tentunya Anda sudah sering mendengar mitos tersebut, bukan?

Dari pada terus menerus berspekulasi tentang keabsahan mitos mandi di malam hari menyebabkan rematik, lebih kita simak dulu penjelasan ilmiahnya berikut ini!

Rematik sendiri adalah penyakit yang menyerang jaringan otot dan persendian. Nah, penyakit ini sendiri disebabkan adanya gangguan auto-imun, di mana sistem pertahanan tubuh yang seharusnya melindungi Anda dari infeksi kuman, bakteri, dan penyakit, malah berbalik merusak sel-sel yang masih sehat dan normal, termasuk pada organ persendian.

Karena kelainan sistem auto imun itulah, para penderita rematik merasakan rasa nyeri pada persendian karena reaksi autoimun yang menyerang sel-sel di persendian yang masih sehat. Akibat dari reaksi auto imun itu, persendian menjadi bengkak dan meradang, yang menimbulkan sensasi nyeri dan ngilu.

Diperkirakan, ada ratusan jenis rematik yang dapat menyerang manusia. Namun, jenis yang umumnya di derita adalah rheumatoid athritis (peradangan sendi) dan osteoartritis (terbatas nya pergerakan sendi yang dapat menyebabkan kerusakan tulang rawan seiring berjalannya waktu).

Lalu, adakah hubungannya mandi di malam hari dengan penyakit rematik?

Nah, kita kembali kepada mitos yang masih banyak diperdebat kan masyarakat, nih. Sebenarnya, adakah hubungannya antara rematik dengan mandi di malam hari? Rupanya, anggapan tersebut sudah salah kaprah diterima oleh masyarakat.

Hingga saat ini,belum ada penelitian yang menyatakan bahwa adanya hubungan di antara keduanya. Artinya, salah besar!

Dikutip dari go-dok.com, Kamis (17/5/2018), Dokter spesialis penyakit dan konsultan reumatologi, Handono Kalim menjelaskan, mitos ini bisa saja didasarkan pada pandangan bahwa suhu air yang menjadi lebih dingin di malam hari, dapat menyebabkan otot Anda menjadi kaku. Namun, tidak lantas hal tersebut menjadi penyebab munculnya penyakit rematik, lho.

Meskipun rematik dikenal banyak menyerang mereka yang berusia lanjut, tidak menutup kemungkinan Anda yang masih muda tidak akan terserang penyakit yang satu ini. Dari berbagai jenisnya, arthritis rheumatoid merupakan jenis yang paling sering menyerang mereka yang berusia 20 sampai 50 tahun.

Gejala yang paling umum ditemukan adalah kaku persendian saat bangun tidur atau menurunnya fleksibilitas dalam bergerak. Jika dibiarkan berlarut-larut, rheumatoid arthritis dapat menyebabkan kerusakan dan perubahan bentuk permanen pada sendi.

Harus diperhatikan, bahwa sangat penting untuk mencegah agar Anda tidak sampai terserang rematik. Pasalnya, penyakit ini tidak bisa disembuhkan, lho. Beragam obat rematik yang telah Anda konsumsi pun hanya dapat meredakan gejala yang ditimbulkannya. Jadi, alangkah baiknya untuk mencegah rematik datang sebelum menderita merasakan rasa ngilu yang datang menyerang jaringan persendian Anda.

Caranya, menurut hasil penelitian dari Hospital for Special Surgery, menjaga pola makan empat sehat lima sempurna serta rutin berolahraga ringan setiap hari dapat menjadi solusi dalam meningkatkan sistem imun tubuh sehingga mampu meminimalisir kemungkinan menderita rematik.

Selain itu, menjauhi makanan kolesterol pun bisa menjadi salah satu cara terhindar dari penyakit rematik. Jadi, jangan takut mandi malam lagi, ya!

(jon)

Berita Terkait

Baca Juga