3 Pemborosan yang Bisa diatasi Saat Ramadan

3 Pemborosan yang Bisa diatasi Saat Ramadan Pixabay

Covesia.com - Ramadan, keberkahan pun mengikuti. Di samping bulan yang penuh dengan ekstra pahala, satu hal yang pasti membuat orang-orang senang dengan kehadiran Ramadan adalah karena munculnya kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga besar, kerabat, dan teman-teman lama.

Pada bulan-bulan lain, kita-kita ini biasanya disibukkan dengan aktivitas pribadi. Saat Ramadan, kita bisa menghabiskan waktu dengan mereka melalui buka puasa bersama atau ke masjid berama-ramai.

Sayangnya, Ramadan juga kerap jadi momok untuk keuangan. Tidak sedikit orang yang merasa bahwa pengeluaran saat bulan puasa justru lebih banyak dibandingkan bulan-bulan lain. Tapi, besaran pengeluaran ekstra ini kembali dianggap lazim karena pada akhirnya orang-orang juga mendapatkan tunjangan hari raya (THR) sebagai insentif tambahan menambal uang yang sudah dibelanjakan.

Lalu bagaimana kalau ternyata THR tidak berhasil menyelamatkan keuanganmu? Atau malah lebih buruk; kamu tidak punya THR. Gimana dong biar tidak merasa miskin hingga penghujung Ramadan?

Kalau begitu, kamu musti mencermati alokasi aktivitas mana yang memunculkan pemborosan paling signifikan. Dengan mengetahui porsi pengeluaran paling besar, kamu akan mudah mengakalinya.

Tidak tahu aktivitas mana yang paling menyita pengeluaran? Intip yuk tiga hal di bawah ini, dikutip covesia.com dari laman iprice:

Buka puasa bersama

Jika pada bulan-bulan biasa ada yang namanya undangan pernikahan, maka pada bulan Ramadan akan selalu diramaikan oleh undangan buka puasa bersama. Acara buka puasa bersama punya banyak manfaat, mulai dari wadah untuk reuni, sarana untuk bersilaturahmi, dan ada pula buka puasa bersama yang dijadikan tempat berbagi rezeki.

Tapi ajang bukber ini akan jadi momok bila dilakukan terlalu sering. Semakin sering ikut buka puasa bersama, maka akan semakin banyak uang yang keluar untuk membayar iuran berbuka. Kalau sudah seperti itu, ada baiknya kamu bersikap lebih bijak untuk memprioritaskan mana agenda buka puasa yang berfaedah. Jika hanya untuk hura-hura, mungkin pinggirkan dulu undangannya.

Belanja pakaian baru

Potongan lirik lagu itu sangat merefleksikan kebiasaan banyak orang selama bulan puasa hingga menjelang lebaran. Transaksi jual beli pakaian pada bulan tersebut biasanya naik cukup signifikan karena kebiasaan orang Indonesia yang memang doyan belanja demi tampilan yang lebih segar saat beribadah dari Ramadan hingga lebaran.

Maka tak mengherankan jika pos pengeluaran untuk belanja pakaian baru jadi lebih besar dibandingkan bulan lain. Jadi, kalau tidak ingin pemborosan demi baju baru, tidak ada salahnya memberdayakan pakaian yang kondisinya masih terlihat bagus.

Belanja tiket pesawat untuk pulang mudik

Ada yang kurang rasanya kalau tidak pulang kampung saat hari raya. Tapi bukan rahasia lagi kalau harga tiket transportasi melonjak cukup drastis saat momen jelang lebaran. Mulai dari tiket bus, tiket kereta, apalagi tiket pesawat. Mau tak mau, masyarakat tetap berusaha membeli meski banderol tiket berada pada angka tertinggi. Apakah kamu mengalami hal seperti ini juga?

Terkadang, tiket mudik memang memakan porsi pengeluaran paling besar, terlebih lagi jika transportasi yang kamu gunakan adalah transportasi udara. Nah, jika belanja tiket pesawat untuk pulang mudik benar-benar memberatkanmu, mungkin sudah waktunya melirik alternatif transportasi lain.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga