Pertolongan Pertama yang Bisa Anda Lakukan pada Korban Ledakan Bom

Pertolongan Pertama yang Bisa Anda Lakukan pada Korban Ledakan Bom Pixabay

Covesia.com - Aksi teror bom yang terjadi belakangan kejutkan masyarakat. Kejadian tersebut mengakibatkan beberapa orang meninggal dan puluhan lainnya luka-luka.

Adalah hal yang sangat wajar bila anda merasa panik saat terjadi ledakan bom. Apalagi bila posisi anda tidak jauh dari lokasi kejadian. Rasa panik dan bingung juga mungkin semakin bertambah saat anda melihat korban ledakan bom yang bergelimpangan.

Jika anda diminta untuk memberikan pertolongan pertama pada korban ledakan bom, berikut beberapa tindakan yang perlu dilakukan seperti dikutip covesia.com dari laman klikdokter:

1. Hubungi fasilitas kesehatan terdekat

Tetaplah tenang. Usahakan selalu menyimpan nomor penting, salah satunya nomor ambulans atau rumah sakit terdekat.

Saat menghubungi rumah sakit, sebutkan nama anda, kejadian yang terjadi, lokasi, dan korban yang anda temukan. Sebutkan secara singkat dan jelas agar petugas dapat dengan mudah memahami penjelasan anda dan menyiapkan peralatan medis yang akan dibawa ke lokasi kejadian.

2. Tentukan prioritas

Bila anda menemukan beberapa korban, tentukan prioritas. Secara sederhana hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan prinsip triase, yaitu:

● Hijau

Bila korban masih sadar, mengalami cedera sangat ringan, serta masih dapat berjalan, maka korban tersebut ada pada kelompok hijau. Untuk kelompok ini, Anda cukup memintanya untuk pindah ke tempat yang aman dan menenangkan dirinya.

● Kuning

Kelompok ini adalah korban yang mengalami cedera sedang, sulit untuk berpindah posisi, tetapi masih sadar dan belum memerlukan pertolongan medis darurat. Contohnya pada korban dengan luka memar di tangan dan kaki. Untuk kelompok ini, pindahkan korban ke tempat yang cukup aman dari lokasi.

● Merah

Kelompok ini adalah korban yang mengalami cedera cukup berat dan memerlukan pertolongan medis segera, karena nyawanya sedang terancam. Sebagai contoh, korban dengan luka terbuka di kaki hingga tampak patahan tulang, atau korban dengan cedera kepala berat, korban dengan trauma inhalasi yang tampak sesak napas.

Apabila tampak luka yang terbuka, sebisa mungkin jangan lakukan tindakan terlalu banyak karena dapat berpotensi memperburuk kondisi. Saat petugas kesehatan tiba dilokasi, segera arahkan pada korban di kelompok merah ini.

● Hitam

Termasuk dalam kelompok ini adalah korban yang sudah meninggal dunia di lokasi. Anda dapat melakukan pemeriksaan singkat pada pembuluh darah di sekitar leher untuk memastikan apakah masih ada denyut jantung. Namun, untuk memastikan tanda kematian tetap harus dilakukan oleh tenaga medis.

3. Pertolongan terhadap korban luka

Bila menemukan korban dengan luka terbuka yang mengeluarkan darah, anda dapat menutupnya dengan kain sambil melakukan sedikit penekanan agar aliran darah melambat dan berhenti. Hal ini dapat mengurangi jumlah perdarahan hingga petugas medis tiba.

Pada kondisi korban yang patah tulang, anda dapat membantu pasien untuk tetap pada posisinya agar tidak memperburuk kondisi patahan.

Bila terdapat benda asing yang tertancap pada korban, seperti serpihan logam, besi dan sebagainya, jangan mencabut benda tersebut. Tindakan pencabutan dapat menyebabkan perdarahan.

Pada korban luka bakar, tutup tubuhnya dengan selimut atau kain apa pun yang Anda temukan di sekitar. Luka akibat suhu tinggi dapat menyebabkan korban kehilangan cairan dan dehidrasi. Menutup tubuhnya dapat mengurangi pengeluaran cairan.

Jangan ragu untuk berinisiatif melakukan pertolongan pertama pada korban ledakan bom selama menunggu tenaga medis datang ke lokasi. Tindakan sederhana yang anda lakukan mungkin dapat menyelamatkan nyawa para korban.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga