Ini Dia 7 Tradisi Unik Sambut Ramadhan dari Berbagai Negara di Dunia

Ini Dia 7 Tradisi Unik Sambut Ramadhan dari Berbagai Negara di Dunia Pixabay

Covesia.com - Bulan Ramadan adalah bulan dimana seluruh umat muslim menjalan puasa dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Selama bulan ini, beberapa negara juga mengadakan tradisi-tradisi khas untuk menyambut bulan suci ini. Mereka mempunyai cara sendiri yang begitu unik dan sangat indah untuk dirayakan.

Nah, berbagai macam cara dilakukan oleh orang muslim untuk menyambut bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Karena perbedaan waktu, budaya, serta letak geografis, tentunya bakal ada perbedaan merayakan bulan Ramadhan di setiap negara. Mau tahu apa saja? Berikut covesia.com mengulasnya dari berbagai sumber.

1. Padusan (Indonesia)

Tradisi ini dilakukan di tanah Jawa. Umat muslim menyambut bulan Ramadhan dengan mengunjungi tempat wisata air terjun atau curug untuk menjalani ritual padusan yang diambil dari kata adus yang berarti mandi.

Nah, sebelum padusan, biasanya sebagian masyarakat akan mengunjungi makam leluhur dan menjalani nyadran atau nyekar. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenang dan memberi perhatian pada mereka yang pernah ada untuk kita yang masih hidup.

2. Tradisi Muqam (Tiongkok)

Di China, dikenal dengan Tradisi Muqam untuk menyambut bulan suci Ramadhan, lho. Biasanya, tradisi ini dilakukan di depan masjid Id Kah yang letaknya berada di perbatasan China dan Turki.

Di depan masjid ini, akan ada kebun bunga dan plaza yang menjual makanan khas untuk berbuka puasa. Tradisi Muqam juga diselingi seni nyanyian dan tarian yang tenar banget pada jamannya.

Namun sayangnya, tradisi ini sudah lama ditinggalkan karena perubahan zaman. Orang-orang muslim yang tinggal di daerah itupun sudah bermigrasi sehingga tradisi ini semakin lama semakin pudar.

3. Pria menghias diri dengan celak mata (India)

Mungkin terdengar aneh nih, tetapi nyatanya, pria-pria India akan menghias mata mereka dengan kohl (sejenis celak mata) untuk menyambut bulan suci Ramadhan, lho!

Nah selain itu, ketika Idul Fitri sudah dekat, pria India yang diwajibkan untuk membersihkan rumah dan mengenakan pakaian tradisi etnis mereka yang disebut Kurta atau Salwar Kameez.

Bukan hanya itu, pada bulan Ramadhan orang India juga umumnya meminum minuman khusus yang terbuat dari kacang-kacangan dan biji-bijian yang disebut harir, selain hidangan ala kadarnya untuk sahur.

Sementara di Kota Hyderabad, atau wilayah Tamil Nadu dan Kerala, umat muslim di sana biasanya menyantap semacam bubur yang kaya rempah dengan nama haleem atau nonbu kanji.

4. Erekspresi (Jerman)

Di Jerman yang dimana Islam bukanlah mayoritas, tetap ada tradisi yang menarik ketika bulan Ramadhan datang, lho! Tradisi ini lebih ke arah menghormati bulan suci Ramadhan, dalam bentuk penolakan terhadap makanan, minuman, rokok, dan kontak seksual sejak matahari terbit hingga terbenam.

Selain itu, biasanya kafe-kafe dan toko roti akan menjual makanan khas bulan puasa seperti suus (minuman berbahan baku gula hitam), dschellab (gula dan sirup kurma), qamruddin dan (dari jus aprikot).

5. Buka bersama (Sudan)

Di Sudan, Masjid Farou yang direhab Muhammad Ali Fasya pada 1940 saksi luapan iman umat Islam di sana. Selain di masjid, hingar-bingar juga terdengar dari Pasar Ghirfa.

Biasanya di penghujung bulan suci, umat Islam tumpah ruah untuk berbelanja menyambu hari kemenangan. Selain itu, tradisi buka bersama adalah budaya yang paling tenar di sini. Mereka akan mengundang teman maupun kerabat untuk datang ke rumah mereka dan saling bercengkerama dengan hangat. Mirip dengan tradisi mudik di Indonesia, ya!

6. Air Gua (Bosnia)

Kalau di Bosnia, tradisi mereka yang begitu terkenal adalah Tradisi Air di Gua. Agak mirip dengan Tradisi Padusan, tetapi umat muslim di Bosnia memilih pergi ke Gua Kladanj dan membasuh mereka dengan air di dalam gua tersebut. Masyarakat di sana percaya jika tindakan itu akan memancarkan inner beauty serta membawa kesuksesan.

7. Bubur Lambuk (Malaysia)

Kalau di Indonesia punya kolak, makanan khas bulan Ramadhan di Malaysia adalah Bubur Lambuk. Bubur ini terbuat dari bubur beras yang berisi cincangan daging sapi dan udang kering dengan rempah-rempah dasar yang terdiri dari bunga cengkeh, bunga lawang, jintan putih, kulit kayu manis dan lain-lain. Bubur ini biasanya dimasak gotong royong di masjid sebelum dibagikan kepada orang umum.

Nah, itu loh 7 Tradisi dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan di berbagai negara. Apakah di daerahmu ada tradisi menyambut bulan Ramadhan? 

Berita Terkait

Baca Juga