Cakupan Kepesertaan BPJS Kesehatan Kantor Cabang Bukittinggi Capai 74,92 persen

Cakupan Kepesertaan BPJS Kesehatan Kantor Cabang Bukittinggi Capai 7492 persen Foto:Covesia/Debi Kurnia

Covesia.com - Kantor cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) mencatat cakupan kepesertaan JKN-KIS telah mencapai 74,92 persen. 

Hal demikian disampaikan kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan kantor cabang Bukittinggi, Jumat (4/5/2018) pada kegiatan media gathering dengan awak media. 

"Dari kelima wilayah kerja kantor cabang Bukittinggi BPJS Kesehatan jumlah kepesertaan JKN-KIS telah mencapai 74,92 persen yang terhitung hingga April 2018," katanya. 

Ia menerangkan dari kelima wilayah tersebut meliputi kota Bukittinggi dengan jumlah peserta JKN-KIS sebanyak 92.930 atau 79,36 persen dari jumlah penduduk 117.099, Agam jumlah kepesertaan sebanyak 393.860 atau 74,7 persen dari jumlah penduduk 526 841, Pasaman jumlah kepesertaan 240.631 atau 76,28 persen dari jumlah penduduk 315.470, Pasaman Barat dengan jumlah kepesertaan 297.934 atau 69,87 persen dari jumlah penduduk 426.391 dan kota Padang Panjang jumlah kepesertaan 52.695 atau 99,87 persen dari 53.093 jumlah penduduknya.

Disamping itu ia juga menambahkan guna memudahkan masyarakat mendaftar di BPJS Kesehatan dan menjadi peserta JKN-KIS, kini telah dipermudah dengan layanan mobile JKN melalui aplikasi melalui smartphone.

"Aplikasi ini memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin mendaftar melalui smartphone agar bisa mengurangi antrian saat mendaftar di kantor BPJS dan kemudahan pelayanan bagi peserta," ungkapnya. 

Ia menyebutkan melalui aplikasi JKN mobile masyarakat bisa langsung mendaftar disana tanpa harus datang ke kantor BPJS. 

"Dalam aplikasi tersebut memudahkan mendaftar, mengubah data kepesertaan, mengetahui informasi data kepesertaan dan keluarga, mengetahui informasi tagihan atau iuran BPJS, kemudahan pelayanan fasilitas kesehatan dan kemudahan penyampaian pengaduan dan permintaan informasi seputar JKN-KIS," sebutnya. 

(deb) 

Berita Terkait

Baca Juga