Hari Kartini, Ini Dia Lima Perempuan Indonesia yang Menginspirasi

Hari Kartini Ini Dia Lima Perempuan Indonesia yang Menginspirasi Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Instagram)

Covesia.com - Raden Ajeng Kartini merupakan sosok pahlawan wanita yang tidak pernah terlupakan oleh kita semua. Kartini merupakan salah satu dari sekian banyak wanita yang melihat bahwa kesetaraan pria dan wanita itu sama.

Setiap tahun, tepatnya tanggal 21 April selalu diperingati sebagai hari Kartini. Mengingatkan kembali tentang kegigihan perjuangan seorang wanita ternyata tidak hanya dilakukan oleh Kartini. 

Lima perempuan ini telah memberi kontribusi pada lingkungan dan masyarakat luas, di luar diri mereka sendiri.  Kerja keras dan gagasan mereka mampu memberi inspirasi yang tak ternilai.

Perempuan berparas cantik tentu sudah biasa. Namun, jika ditambah dengan cerdas, berprestasi dan giat memberi kontribusi bagi lingkungan dan masyarakat luas, tentu luar biasa.

Menyambut momen Hari Kartini, dikutip covesia.com dari berbagai sumber, berikut lima wanita Indonesia yang tak hanya cantik dan berprestasi, tapi juga aktif di berbagai kegiatan sosial dan juga peduli pada pengembangan kemajuan masyarakat luas.

Sri Mulyani

Ia adalah wanita sekaligus orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Jabatan ini diembannya mulai 1 Juni 2010 hingga dia dipanggil kembali oleh Presiden Joko Widodo untuk menjabat sebagai Menteri Keuangan RI menggantikan Bambang Brodjonegoro, 27 Juli 2016.

Sri Mulyani pernah dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia untuk 2006 oleh Emerging Markets pada 18 September 2006.

Ia juga terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008 dan wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia Oktober 2007. Tahun 2016, ia kembali masuk dalam jajaran 100 wanita paling berpengaruh di dunia dan menduduki peringkat ke-37 di daftar majalah Forbes itu.

Susi Pudjiastuti

Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti yang lahir di Pangandaran, 15 Januari 1965, memiliki segudang prestasi membanggakan. Sebelum diangkat menjadi Menteri, Susi dikenal sebagai pengusaha sukses.

Wanita nyentrik ini seringkali menjadi sorotan media karena sikapnya yang tegas dalam membuat kebijakan. Pada 2017, Susi Pudjiastuti meraih penghargaan tingkat internasional, yaitu “2017 Excellence in National Stewardship” dari Peter Benchley Ocean Awards. Menteri Susi diganjar penghargaan tersebut karena dinilai mampu mengurus sumber daya kelautan Indonesia dengan baik.

Selain itu, pada 2016, organisasi pelestarian lingkungan World Wide Fund for Nature (WWF) Internasional menganugerahkan ‘Leaders for a Living Planet Awards‘ kepada Menteri Susi Pudjiastuti.

Penghargaan prestisius tersebut diberikan WWF Internasional berkat komitmen dan konsistensi Susi, dalam menjaga kedaulatan dan keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan Indonesia, melalui kebijakan pemberantasan praktek perikanan yang tidak sah, tidak diatur dan tidak dilaporkan atau Illegal, Unregulated and Unreported Fishing (IUUF).

Tak hanya itu, Susi juga dinilai sangat peduli terhadap konservasi keanekaragaman hayati laut. Dalam waktu kurang dari 2 tahun, ia sudah menetapkan kurang lebih 1 juta hektar Marine Protected Areas (MPA) yang merupakan kawasan perlindungan keanekaragaman hayati laut.

Butet Manurung

Ia sosok perempuan tangguh yang  yang gigih memperjuangkan pendidikan bagi masyarakat Indonesia di pedalaman. Beberapa aksinya adalah dengan mendirikan sekolah gratis bernama ‘Sokola Rimba’ di tahun 2003 lalu untuk masyarakat terasing di Sumatera.

Tak hanya di satu tempat, wanita yang memiliki nama asli Saur marlina Manurung ini juga mengembangkan Sokola Rimba di berbagai tempat terpencil di tanah air. Dia bahkan mendedikasikan kehidupannya untuk mereka dengan rela ikut tinggal di rimba.

Kegiatannya mengajarkan anak-anak suku terasing di pedalaman nusantara membaca, menulis, berhitung, dan lain sebagainya. Kepeduliannya pada masyarakat tertinggal begitu tinggi. Hingga pada 2004 lalu, Butet menerima penghargaan sebagai salah satu ” “Pahlawan Asia” yang inspiratif dari majalah TIME. 

Najwa Shihab

Perempuan muda yang satu ini pasti sudah nggak asing lagi di telingamu. Wanita yang dikenal dengan sikap kritisnya ini jadi representasi wanita hebat yang terjun di dunia jurnalistik.

Bahkan, ia sempat dinobatkan jadi jurnalis terbaik Metro TV dan juga mendapatkan penghargaan Young Global Reader (YGL) dari World Economic Forum (WEF) di Swiss. Najwa Shihab membuktikan bahwa perempuan cantik nggak hanya memperhatikan penampilan, tapi bisa juga kritis dan unggul dalam penyampaian pemikiran dan gagasan.

Nadya Hutagalung

Seorang model dan pemandu acara TV berdarah campuran Australia dan Batak (Indonesia) ini dikenal juga sebagai aktivis pecinta lingkungan.

Ia memulai karier modellingnya di usia 12 di Tokyo, Jepang. Ketika MTV Asia mulai mengudara dari Singapura pada tahun 1995, ia termasuk salah satu VJ pertamanya. Saat ini Nadya tinggal di Singapura dan menjadi salah satu juri dalam acara Asia’s Next Top Model.

Nadya Hutagalung membuktikan wanita tidak cuma bisa dandan, tapi juga menggunakan semangat dan kecerdasannya untuk memberikan perubahan terhadap dunia.

Ia juga pernah dinobatkan sebagai 20 orang berpengaruh di Singapura oleh CNN. Sekarang Nadya aktif sebagai eco-aktivis serta pecinta hewan gajah.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga