Cerita Perjuangan Mariah Carey Lawan Bipolar Selama 17 Tahun

Cerita Perjuangan Mariah Carey Lawan Bipolar Selama 17 Tahun Mariah Carey

Covesia.com - Di balik kesuksesannya, Mariah Carey ternyata menyimpan rahasia besar tentang kondisi kesehatannya. Selama hampir dua dekade berkarya, Mariah baru saja terang-terangan mengungkap jika dirinya mengidap bipolar.

Mariah Carey baru saja mengungkapkan untuk pertama kalinya bahwa ia tengah berjuang melawan masalah mental bipolar. Kepada majalah People ia mengaku telah mengetahui diagnosa masalah tersebut sejak tahun 2001.

Gangguan bipolar merupakan kondisi seseorang yang mengalami perubahan suasana hati secara fluktuatif dan drastis,misalnya tiba-tiba menjadi sangat bahagia dari yang sebelumnya murung. Nama lain dari gangguan bipolar adalah manik depresif.

Terdapat dua episode dalam gangguan bipolar, yaitu episode mania (fase naik) dan depresi (fase turun). Pada periode mania, penderita menjadi terlihat sangat bersemangat, enerjik, dan bicara cepat. Sedangkan pada periode depresi, penderita akan terlihat sedih, lesu, dan hilang minat terhadap aktivitas sehari-hari.

Pada awalnya pelantun lagu Hero ini mengira gejala yang ia alami adalah gejala insomina. Namun setelah melakukan pemeriksaan ternyata ia tidak menderita insomnia melainkan menderita bipolar II.   Sebelum ia memutuskan untuk mengungkapkan kondisi yang dialaminya kepada publik, ia masih belum bisa menerima dan percaya jika ia menderita masalah tersebut.

“Sebelum ini saya masih menyangkal dan mengasingkan diri dan selalu takut seseorang akan mengekspose saya,” katanya kepada People dalam kisah utama terbaru majalah tersebut

Carey, yang menginjak usia 40-an, mengatakan dia mengira dirinya mengalami gangguan tidur, tetapi insomnia dan perasannya yang cepat marah ternyata berasal dari gangguan bipolar secara umum dikenal sebagai depresi menggila.

“Saya akan merasa sangat sedih dan kesepian, bahkan merasa bersalah karena saya tidak melakukan apa yang perlu saya lakukan untuk karier saya,” ungkapnya.

Gangguan bipolar “tidak harus menentukan siapa dirimu dan saya tidak mau membiarkannya menentukan siapa diri saya atau menguasai saya,” katanya kepada People.

Carey mengatakan, dia mengalami gangguan Bipolar tingkat II, yang dicirikan dengan gejala lebih ringan dari Bipolar tingkat I.

"Saya tidak ingin mempercayainya," ujar superstar itu kepada editor People, Jess Cagle.

Ia mengatakan, efek masalah tersebut membuatnya sangat mudah marah dan selalu takut mengecewakan orang lain bahkan ia bisa membenturkan dirinya ke tembok.

Mariah Carey mengungkapkan, selama 17 tahun mengalami gangguan bipolar ia tidak mengumumkan kondisi tersebut pada publik. Karena ia khawatir akan mengganggu hidup dan karirnya.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, ia memutuskan untuk menjalani pengobatan dan bertemu dengan banyak orang positif yang membuat hidupnya lebih baik.

Musisi yang masuk menjadi salah satu penyanyi dengan penjualan tertinggi di dunia berupa lebih dari 200 juta kopi itu,  memutuskan untuk mengungkapkan kondisinya tersebut kepada publik karena ingin mengubah stigma negatif masyarakat mengenai bipolar.

Ia berharap masyarakat tidak menjauhi orang-orang yang mengalami masalah kesehatan mental sepert i bipolar. Agar penderita pun tidak merasa sendirian.

"Saya kini berada di tempat yang amat baik, tempat yang nyaman untuk mendiskusikan perjuangan saya dengan gangguan bipolar II ini. Saya berharap kita dapat menjauhkan stigma tersebut dalam masyarkat sehingga orang yang mengalami kondisi seperti saya tidak merasa sendirian," ujarnya.

Perbedaan Bipolar I dan II

Menurut Dr. Kevin Gilliland, psikolog klinis dan direktur eksekutif Innovation360  kepada PEOPLE, Bipolar I adalah masalah gangguan mental yang paling kronis. Mereka yang mengalami gangguan seperti ini akan melewati episode manik yang berlangsung setidaknya selama seminggu.

Ia pun mengatakan oarang yang tengah mengalami episode manik akan sangat bersemangat dan bergairah daripada orang yang mungkin mengkonsumsi obat-obatan, banyak bicara, berbicaranya cepat bahkan dalam kondisi yang parah mereka akan bertahan tidak tidur meskipun mereka sangat kurang tidur dan istrirahat selma beberap hari.

Bipolar I dan II secara keseluruh hampir memiliki karakteristik yang sama. Namun perbedaannya penderita bipolar II memiliki tingkat episode manik yang lebih rendah, yang disebut hypomania. 

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga