Kopi Decaf, Bagaimana Keamanannya Bagi Kesehatan?

Kopi Decaf Bagaimana Keamanannya Bagi Kesehatan Pixabay

Covesia.com - Apa jadinya hidup tanpa kopi? Bagi sekelompok orang, hidup tanpa ngopi bagai makan nasi tanpa lauk. Nasinya tetap bisa dimakan tapi rasanya kok ya tidak menggugah selera.

Mereka yang biasa mengonsumsi kopi sebenarnya juga tetap bisa menjalanin hidup. Tapi ya, kalau nasi tanpa lauk itu tidak menggugah selera, maka memulai hari tanpa ngopi itu rasanya kurang greget, kurang nendang. 

Sebagai penggemar kopi, anda mungkin telah banyak membaca informasi seputar efek kafein terhadap kesehatan. Bagi yang mengabaikannya, anda tetap memilih kopi biasa dengan kafein.

Namun, bagi yang menganggapnya serius bisa jadi anda kini lebih memilih kopi decaf, alias kopi yang di dalamnya hampir tidak memiliki kandungan kafein, yang diklaim lebih aman untuk kesehatan.

Ada banyak cara untuk menghilangkan kafein dari biji kopi. Prosesnya bisa melibatkan air, pelarut organik, atau karbon dioksida. Pada prinsipnya, biji kopi mentah dicuci dengan pelarut hingga pori-porinya terbuka dan kafein terekstraksi ke dalamnya. Kemudian, pelarut tersebut dihilangkan.

Biji kopi ini telah kehilangan kandungan kafeinnya (decaffeinated coffee) sebelum dipanggang dan digiling. Rasa dan aromanya pun bisa terasa lebih ringan daripada kopi biasa. Warna kopi juga bisa berubah, tergantung dari metode dekafeinasi yang digunakan.

Namun, terlepas dari kandungan kafeinnya, kandungan zat gizi dalam kopi decaf ini harus sebisa mungkin mirip dengan kopi biasa.

Sampai saat ini, dikutip covesia.com dari laman klikdoter, belum ada satupun metode dekafeinasi yang dapat menghilangkan kandungan kafein kopi secara total. Agar sebuah kopi memenuhi syarat untuk disebut kopi decaf, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mensyaratkan paling sedikit 97 persen kandungan kafein telah dihilangkan.

Sedangkan Organisasi Kopi Internasional menyatakan bahwa kopi decaf harus mengandung kurang dari 0,1 persen kafein. Jadi, sebenarnya kopi decaf masih mengandung sedikit kafein, kurang lebih 3-12 mg kafein dalam satu cangkir.

Bagaimana dengan keamanan kopi decaf?

Dampak negatif kopi decaf bisa berasal dari pelarut yang digunakan dalam  proses dekafeinasi. Pelarut karbon dioksida dan air dianggap aman karena bersifat alami. Sedangkan pelarut organik dengan bahan kimia sintetik seperti etil asetat yang secara alami ditemukan di beberapa buah-buah -  atau metilen klorida, kerap digunakan industri farmasi, juga dalam pembuatan lem atau cat.

Ada juga kekhawatiran bahwa proses dekafeinasi dengan pelarut organik yang diproduksi secara sintetik memiliki risiko negatif terhadap kesehatan, khususnya jika digunakan dalam dosis besar.

Namun, pada tahun 1999 FDA menyatakan bahwa jumlah pelarut organik di dalam kopi decaf terlalu sedikit untuk bisa berdampak pada kesehatan. Lembaga ini pun telah membuat batasan yang ketat bahwa produk akhir kopi decaf maksimum mengandung pelarut organik sebanyak 10 ppm atau hanya 0,001 persen.

Di masa kini, pelarut yang digunakan dalam proses dekafeinasi sudah jauh lebih aman dan kadarnya sangat sedikit dalam produk akhir kopi.

Apakah kopi decaf lebih sehat daripada kopi berkafein biasa?

Secara umum, proses dekafeinasi dianggap aman. Namun, mengenai pertanyaan apakah kopi decaf memiliki manfaat kesehatan yang sama dengan kopi biasa? Hingga kini belum ada jawaban yang pasti. Salah satunya adalah karena studi-studi yang dilakukan pada kopi decaf kalah pamor dibandingkan dengan kopi biasa.

Sebuah meta analisis yang dimuat dalam jurnal Diabetes Care tahun 2014, menemukan bahwa risiko diabetes tipe 2 diketahui 33 persen lebih rendah pada mereka yang mengonsumsi kopi 6 cangkir per hari, ketimbang mereka yang tidak minum kopi sama sekali. Berkurangnya risiko ini ditemukan baik pada kopi biasa maupun kopi decaf.

Studi pendahulu yang dimuat dalam jurnal Annals of Internal Medicine tahun 2008 menemukan bahwa konsumsi kopi tidak berhubungan dengan meningkatnya risiko kematian oleh sebab apa pun.

Risiko ini ditemukan sedikit lebih rendah pada mereka yang mengonsumsi kopi decaf. Akan tetapi, hasil studi ini perlu diinterpretasi dengan hati-hati, karena ada kemungkinan bahwa mereka yang mengonsumsi kopi decaf juga menerapkan gaya hidup lebih sehat.

Secara umum, kopi bermanfaat bagi kesehatan karena kaya antioksidan. Antioksidan sangat efektif dalam melawan radikal bebas, sehingga dapat mencegah kerusakan sel yang menjadi akar penyebab munculnya penyakit jantung, kanker, dan diabetes tipe 2.

Baik kopi decaf maupun kopi biasa sama-sama mengandung antioksidan hydrocinnamic acid dan polifenol. Namun, proses dekafeinasi membuat kadar antioksidan ini 15 persen lebih rendah ketimbang kopi biasa. Selain itu, kopi decaf juga mengandung sedikit vitamin dan mineral, seperti magnesium, kalium, dan niasin (vitamin B3).

Meski demikian, sebagian manfaat baik kopi berkaitan langsung dengan kandungan kafein di dalamnya. Jadi, kopi decaf tidak atau kurang memiliki manfaat-manfaat seperti yang ditawarkan kopi berkafein biasa, seperti meningkatkan kewaspadaan, suasana hati (mood), fokus dan daya ingat, mengurangi rasa lelah, meningkatkan laju metabolisme dan pembakaran lemak, meningkatkan performa saat berolahraga, serta mengurangi risiko sirosis hati dan kerusakan hati stadium akhir.

Sesungguhnya kopi tergolong minuman yang menyehatkan. Sudah banyak pula studi yang membuktikan bahwa konsumsi kopi dalam batas wajar 2 cangkir per hari dapat menurunkan risiko berbagai penyakit serius. Kendati demikian, tak semua orang bisa mengonsumsi kopi karena sensitif dengan efek kafein.

Bagi mereka yang kerap mengalami gangguan tidur (insomnia), gelisah, sakit kepala, mual, cemas, gugup, dan peningkatan tekanan darah setelah mengonsumsi kafein, kopi decaf merupakan pilihan yang baik. Begitupun dengan ibu hamil dan menyusui, yang memang harus membatasi konsumsi kafein.

Jadi, sampai di sini bisa disimpulkan bahwa kopi decaf aman dan memiliki manfaat yang hampir sama dengan kopi biasa. Meski manfaatnya tidak sebesar manfaat dari kopi berkafein, tapi kopi decaf dapat menjadi pilihan untuk Anda yang memiliki beberapa kondisi yang sensitif terhadap kafein seperti yang disebutkan di atas, karena tidak menimbulkan efek samping dari kafein.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga