Bunda, Ini Lho Barang-barang di rumah yang Harus Rutin untuk Diganti

Bunda Ini Lho Barangbarang di rumah yang Harus Rutin untuk Diganti Pixabay

Covesia.com - Siapa sih yang tak ingin memiliki rumah yang bersih dan sehat? Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan rumah yang bersih dan sehat adalah dengan selalu menjaga kebersihannya.

Menjaga rumah agar tetap bersih dan higienis butuh lebih dari sapu dan pel. Ada banyak barang-barang rumah tangga yang harus diganti secara rutin karena banyak bakteri berkumpul, fakta yang belum banyak disadari oleh banyak dari kita.

Sikat gigi

Seperti kata dokter gigi, kebersihan gigi sangat penting. Sikat gigi harus rutin diganti sehingga bisa membersihkan gigi secara efisien.

"Anda harus mengganti sikat gigi atau kepala sikat gigi elektrik setiap tiga bulan, kecuali sikatnya sudah rusak lebih cepat dari itu," kata dokter gigi Ben Atkins pada Netmums.

Anak kecil biasanya lebih cepat menyikat gigi ketimbang orang dewasa, itulah mengapa sikat gigi mereka harus lebih sering diganti, lebih cepat dari tiga bulan.

Sisir

Sisir yang sering dipakai bisa mengandung banyak kumat dari rambut. Penata rambut selebritas Jamie Stevens menyarankan untuk membersihkan sikat rambut setidaknya sekali sepekan dan membeli yang baru tiap tahun.

"Bersihkan sikat rambut di air sabun yang panas, lalu bersihkan dari rambut-rambut yang tersangkut," katanya. "Lalu semprot dengan semprotan disinfektan untuk membunuh kuman yang tersisa."

Sandal rumah

Ketika memakai sandal di dalam rumah setelah seharian beraktivitas, anda mungkin tidak memikirkan betapa kotor benda itu.

"Kau harus hati-hati terhadap apa pun yang bersentuhan dengan kulit," kata pakar kebersihan Profesor Sally Bloomfield.

Anda harus mencuci sandal secara rutin untuk mengurangi risiko infeksi dan menggantinya setiap enam bulan.

"Jika anda pernah mengalami infeksi jamur, misalnya, anda bisa mengalaminya lagi," jelas dia.

Spons

Spons yang dipakai untuk membersihkan kamar mandi atau dapur harus dibuang tiap pekan. Jika anda memikirkan jumlah debu yang terakumulasi di dalam rumah, ini tidak mengejutkan.

Matras

Rata-rata orang akan menghabiskan sekitar 25 tahun hidup mereka untuk tidur. Oleh karena itu, jika anda tidak tidur di kasur yang bagus, efek sampingnya akan merugikan kesehatan.

Menurut The Sleep Council, anda harus membeli kasur baru setiap delapan tahun karena kasur baru bisa memberi kenyamanan dan dukungan yang tepat untuk tubuh.

Karpet

Bayangkan jumlah kotoran yang ada di karpet yang selalu anda injak setiap hari. Karpet dapat berisi segala macam bakteri. dari tumpahan makanan atau kaki kotor.

Karpet anda harus diganti setiap lima sampai 15 tahun, tergantung dari jenis karpet. Karpet yang bahannya lebih mudah kotor harus lebih cepat diganti.

Kontainer plastik

Anda yang sering membawa bekal dalam tempat makan plastik, simak ini. Bila kotak plastik yang dipakai sudah tergores atau dipakai untuk memanaskan makanan di dalam microwave, mungkin makanan anda sudah terpapar dengan toksin berbahaya. Pastikan ganti tempat makan plastik setidaknya tiap enam bulan.

Wajan

Memasak di wajah yang sudah tergores tidaklah disarankan. Anda setidaknya mengganti wajan tiga hingga lima tahun sekali, karena memasak dengan wajah yang sudah tidak mulus bisa berpotensi membuat makanan terpapar komponen yang tak baik untuk tubuh.

Handuk mandi

Tidak ada yang lebih nyaman dari mengeringkan tubuh dengan handuk baru yang lembut. Kita tahu kapan handuk harus diganti, yakni ketika seratnya sudah kasar saat disentuh.

Ketika handuk sudah tidak bisa menyerap air sebaik dulu, bakteri akan lebih mudah berkembang biak di permukaannya. Gantilah handuk tiap satu hingga tiga tahun.

Bantal

Jika anda tidak mencuci bantal setidaknya tiga bulan sekali, berarti anda membenamkan wajah ke dalam benda yang penuh kotoran.

"Bantal tua yang tidak dicuci bisa mengandung setidaknya 10 persen yang terdiri dari kulit mati serta debu dan kotoran yang mengandung alergen," kata The Sleep Council yang menyarankan untuk mengganti bantal setiap dua atau tiga tahun.

(ant/sea)

Berita Terkait

Baca Juga