Puisi Gus Mus yang Dibacakan Ganjar Tuai Kontroversi

Puisi Gus Mus yang Dibacakan Ganjar Tuai Kontroversi Ganjar Pranowo

Covesia.com - Puisi yang dibacakan oleh Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo milik KH Mustofa Bisri (Gus Mus) yang berjudul 'Kau ini bagaimana atau aku harus bagaimana' menuai kontroversi, karena di salah satu bait puisi dianggap menyudutkan umat Islam soal panggilan Azan. 

Ganjar membacakan puisi tersebut dalam debat Cagub yang ditayangkan dari stasiun televisi swasta, dalam sesi unjuk kebolehan.

Setelah itu, foto Ganjar dengan kutipan puisi 'Puisi Ganjar Pranowo: Kau bilang Tuhan sangat dekat, namun kau sendiri memanggilnya dengan pengeras suara setiap saat' viral di media sosial.

Berikut isi puisi karya Gus Mus berjudul 'Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana' yang kontroversi itu:

Kau ini bagaimana...

Kau bilang aku merdeka

Tapi kau memilihkan untukku segalanya

Kau ini bagaimana...

Kau suruh aku berfkir

Aku berfikir kau tuduh aku kafir

Aku harus bagaimana...

Kau suruh aku bergerak

Aku bergerak kau waspadai

Kau bilang jangan banyak tingkah

Aku diam saja kau tuduh aku apatis

Kau ini bagaimana...

Kau suruh aku memegang prinsip

Aku memegang prinsip

Kau tuduh aku kaku

Kau ini bagaimana...

Kau suruh aku toleran

Aku toleran kau tuduh aku plin-plan

Aku harus bagaimana...

Kau suruh aku bekerja

Aku bekerja kau ganggu aku

Kau ini bagaimana

Kau suruh aku taqwa

Tapi khotbah keagamaanmu membuatku sakit jiwa

Kau suruh aku mengikutimu

Langkahmu tak jelas arahnya

Aku harus bagaimana

Aku kau suruh menghormati hukum

Kebijaksanaanmu menyepelekannya

Aku kau suruh berdisiplin

Kau mencontohkan yang lain

Kau bilang Tuhan sangat dekat

Kau sendiri memanggil-manggilnya dengan pengeras suara setiap saat

Kau bilang kau suka damai

Kau ajak aku setiap hari bertikai

Aku harus bagaimana

Aku kau suruh membangun

Aku membangun kau merusakkannya

Aku kau suruh menabung

Aku menabung kau menghabiskannya

Kau suruh aku menggarap sawah

Sawahku kau tanami rumah-rumah

Kau bilang aku harus punya rumah

Aku punya rumah kau meratakannya dengan tanah

Aku harus bagaimana

Aku kau larang berjudi

permainan spekulasimu menjadi-jadi

Aku kau suruh bertanggungjawab

kau sendiri terus berucap Wallahu A'lam Bis Showab

Kau ini bagaimana..

Aku kau suruh jujur

Aku jujur kau tipu aku

Kau suruh aku sabar

Aku sabar kau injak tengkukku

Aku kau suruh memilihmu sebagai wakilku

Sudah ku pilih kau bertindak sendiri semaumu

Kau bilang kau selalu memikirkanku

Aku sapa saja kau merasa terganggu

Kau ini bagaimana..

Kau bilang bicaralah

Aku bicara kau bilang aku ceriwis

Kau bilang kritiklah

Aku kritik kau marah

Kau bilang carikan alternatifnya

Aku kasih alternative kau bilang jangan mendikte saja

Kau ini bagaimana

Aku bilang terserah kau

Kau tak mau

Aku bilang terserah kita

Kau tak suka

Aku bilang terserah aku

Kau memakiku

Kau ini bagaimana

Atau aku harus bagaimana 

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga