Kasus Bra Buatan China, Dinkes Padang Pariaman Anggap Korban Alami Alergi

Kasus Bra Buatan China Dinkes Padang Pariaman Anggap Korban Alami Alergi Foto: Rozi Yardinal

Covesia.com - Kepala Dinas Kesehatan Kabupatan Padang Pariaman, Aspinuddin mengungkapkan bahwa bra yang diduga mengandung bakteri seperti informasi yang beredar di masyarakat beberapa waktu lalu, tidak mengandung zat berbahaya.

"Kita pastikan itu setelah melakukan tes labor di Pusat Dianostik dan Riset Mikrobiologi di Fakultas kedokteran Universita Andalas," kata Aspinuddin, Senin (12/3/2018).

Dari hasil uji labor tersebut, lanjutnya, diperkirakan peristiwa yang terjadi pada dua warga di kabupaten itu diakibatkan karena alergi.

Ia meminta warga setempat untuk tidak terlalu mengkhawatirkan hal tersebut. Namun tetap menjaga kebersihan pakaian.

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Penyelesain Sengketa Konsumen (BPSK) Padang Pariaman, Alfadilah Hasan menyayangkan jawaban dari Dinas Kesehatan tersebut. 

Menurutnya, itu jawaban yang tidak masuk akal.

Dia mengatakn, korban Dara (20) warga Pasa balai, Nagari Padang Alai itu merasa gatal-gatal dan sesak napas ketika menggunakan bra buatan China Yoyirou yang dibeli di Pasar tradisional Padang Alai.

"Korban sudah ada dan itu fakta di lapangan. Apakah tepat menurut akal sehat sesuatu yang sudah jelas dikatakan tidak berbahaya dan hanya akibat alergi," tegasnya.

Ia meminta instansi terkait melakukan investigasi mendalam agar korban tidak bertambah.

"Pihak terkait jangan sampai lempar tanggung jawab dengan permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat, bekerjalah dengan sungguh-sungguh," tegasnya.

 Anggota DPRD Padang Pariaman, Alfa Edison menyampaikan agar hasil labor diumumkan ke publik.

"Bekerjalah sungguh-sungguh selama amanah yang diemban. Jangan sampai melakukan sesuatu tugas setengah hati jika ingin mengabdi untuk masyarakat," tutupnya.

Reporter Pariaman: Rozi Yardinal

Berita Terkait

Baca Juga