Mengenal Sosok Pendiri Matahari Store Hari Darmawan

Mengenal Sosok Pendiri Matahari Store Hari Darmawan Hari Darmawan

Covesia.com - Hari Darmawan, pemilik Taman Wisata Matahari (TWM), ditemukan tewas di pinggir Sungai Ciliwung, Desa Leuwimalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Jenazah pendiri Department Store Matahari ini ditemukan tersangkut batu oleh warga sekitar pada pukul 06.30 WIB, Sabtu (10/3/2018).

Dikutip covesia.com dari Wikipedia, Hari Darmawan adalah seorang pengusaha lokal Makassar yang behubungan dengan produk-produk pertanian.

Dia dilahirkan dari keluarga besar 12 bersaudara. Pada tahun 1950-an usaha keluarganya mengalami kesulitan dan akhirnya bangkrut, sehingga Darmawan bersama orangtuanya harus berjuang keras untuk menjalankan usaha dari nol lagi.

Dengan latar belakang keluarga pedagang seperti ini, menjadikan Hari kecil tumbuh menjadi seorang pemuda yang tekun, ulet, jujur, pantang menyerah, dan ingin selalu menjadi pemenang

Setelah lulus dari Sekolah Menengah Atas, beliau merantau ke Jakarta untuk mencari pekerjaan.

Berjodoh dengan "Mickey Mouse"

Dia bertemu dan menikahi putri dari pemilik "Mickey Mouse", sebuah toko serba ada berukuran kecil di Pasar Baru, yang pada saat itu merupakan sebuah distrik perbelanjaan terkenal di Jakarta.

Ayah mertua Hari Darmawan kemudian menjual toko serba ada tersebut kepadanya. Di bawah pengelolaannya, toko berkembang pesat.

Pada tahun 1968, dia membeli toko serba ada terbesar di Pasar Baru waktu itu yang bernama "Toko De Zon" (dari bahasa Belanda yang berarti The Sun atau Matahari dalam bahasa Indonesia).

Kemudian, Hari mengganti nama De Zon dengan Matahari.

Gerai Matahari Pertama

Ia membuka gerai pertama Matahari pada 24 Oktober 1958. Gerai tersebut di gedung dua lantai seluas 150 meter persegi di Pasar Baru, Jakarta. Pada 1980-an, Matahari membuka cabang-cabangnya di hampir semua kota besar di Indonesia.

Toko tersebut terkenal sebagai toko jaringan ritel terbesar di Indonesia. Hari memiliki strategis bisnis yang baik. Ia memajang produk dengan lengkap, sehingga konsumen datang ke tokonya dan memilih barang yang mereka suka dengan kualitas terbaik. Ia memulai konsep Matahari dengan department store mulai 1972.

Dengan konsep penjualan itu, gerai Matahari milik Hari Darmawan mampu meraih banyak pelanggan tetap. Usaha Matahari kian berkembang. Matahari Department Store sebagai toko serba ada merupakan gerai modern dan tanpa saingan pada 1990-an.

Pada saat itu Matahari Department Store memiliki masa keemasan. Apalagi dengan pembangunan mal di Jakarta yang begitu masif. Tak hanya itu, Hari Darmawan juga membuka arena bermain Timezone. Ia mampu meraih konsumen dengan konsep sebuah area bermain, sehingga orangtua dan anaknya dapat menikmati area bermain tersebut.

Dengan berjalannya waktu, Hari Darmawan juga menghadapi banyak pesaing. Ia pun aktif mencari pendanaan untuk investasi membuka gerai baru Matahari Department Store di berbagai pusat perbelanjaan yang baru dibangun.

Hari Darmawan kemudian menjual sejumlah sahamnya di lantai bursa. Ia mendapatkan dana Rp 400 miliar. Namun, dana itu tidak cukup untuk membangun 1.000 gerai baru. Saat itu Matahari Departmen Store juga punya saingan berat dari Wal-Mart sebuah perusahaan ritel dari Amerika Serikat yang dikendalikan Grup Lippo.

Hari Darmawan pun makin ekspansif dengan mendirikan gerai lainnya, yaitu Mega Matahari. Pada 1996, Matahari Department Store berada di puncak emas. Akan tetapi, krisis moneter 1997 membuat bisnis Hari Darmawan lesu.

Oleh karena itu, ia setuju menjual sebagian besar saham Matahari Department Store ke James Riady melalui grup Lippo. Setelah melepaskan usahanya, Hari Darmawan tinggal di kawasan Cisarua, Bogor. Pria yang menjabat sebagai Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia memilih menjadi sosial enterpreneur. Ia fokus bekerja di bidang sosial. Bahkan membangun tempat wisata dengan nama Taman Wisata Matahari.

(sea)

Baca juga: Dugaan Sementara Penyebab Kematian Pendiri Matahari Store Hari Darmawan

Berita Terkait

Baca Juga