Ini Dia 4 Fakta Menarik Dari Film Black Panther, dari Filosofi Hingga Kultur

Ini Dia 4 Fakta Menarik Dari Film Black Panther dari Filosofi Hingga Kultur

Covesia.com - Film Black Panther diputar perdana di bioskop Indonesia pada Rabu (14/2/2018) kemarin. Film keluaran Marvel Studios itu mengisahkan perjuangan T’Challa (Chadwick Boseman) setelah ayahnya, Raja Wakanda T'Chaka, meninggal.

Setelah berakhirnya cerita film Captain America: Civil War (2015), T'Challa kembali ke kampung halamannya di Afrika untuk meneruskan tahta ayahnya.

Keberanian T’Challa sebagai raja dan Black Panther diuji saat ia harus menghadapi konflik yang membahayakan Wakanda dan seluruh dunia.

Dihadapkan pada pengkhianatan dan bahaya, raja muda T’Challa harus mengumpulkan sekutu dan melepaskan kekuatan penuh Black Panther untuk mengalahkan musuhnya, memastikan keselamatan serta jalan hidup rakyatnya.

Dihimpun covesia.com dari berbagai sumber, berikut 4 fakta menarik dari film Black Panther:

Black Panther sempat Lepas dari Marvel

Hak cipta film ini pernah dimiliki oleh Artisan Entertainmen dan Columbia Picture. Namun pada tahun 2005 Marvel berhasil meraih kembali hak cipta atas film tersebut. Kemudian, black panther pertama kali muncul di film Capten America: Civil War (2016).

Kultur dari berbagai negara Afrika

Film ini mengusung cerita di wilayah Afrika. Oleh karena itu, Designer produksi, Hannah Beachler, mengadaptasi kultur dari beberapa negaranya, seperti Uganda, Rwanda, Burundi, Republik Kongo, dan Etiophia.

Beacheler juga mempelajari karya arsitek terkenal, dengan gaya modernis, Zaha Hadid.

Black Panther juga menampilkan aski-aksi yang menegangkan. Adegan perkelahian dalam film ini terinspirasi dari seni bela diri Afrika dan  dipengaruhi oleh adegan-adegan dari film Creed (2015) dan Kingsman.

Kerajaan Wakanda

Belokasi di Wakanda, film ini menceritakan tentang sebuah kerajaan kecil, terisolasi, namun memiliki kemajuan teknologi. Daerah ini terkenal dengan pertambangan vibranium yang digunakan untuk produksi properti digital.

Nama Wakanda berasal dari suku Wakamba di Kenya, atau dikenal juga sebagai Kamba.

Sebelumnya, Wakanda pernah disebut dalam monitor  S.H.I.E.L.D di Iron Man 2 (2010). Daerah tersebut tepat berada di danau Turkana, di perbatasan Kenya dan Ethiopia, yang merupakan wilayah pertambangan, dimana bahan mineral ini sama seperti yang digunakan oleh Wakanda (yang sekarang).

Wakanda divisualisasikan sebagai lokasi air terjun, yang  terinsipirasi dari Iguazu Falls (Argentina, Amerika Utara), dan Victoria Falls (Zambia, Afrika Selatan). Selain itu, rumah modern di film ini (sebegai hunian warga Afrika) yang terlihat dari pencakar langit Wakanda, terinspirasi dari pegunungan di Blyde River Canyon, Afrika Selatan.

Filosofi di balik Black Panther

Sebuah karya sastra pasti memiliki makna dibalik simbol yang digunakan. Begitupula dalam film ini tentang perjuangan warga Afrika, yang diwakilkan Wakanda, film ini mengedepankan nilai tanggung jawab dan identitas,

“Jika bukan mereka yang berjuang, lalu siapa? Yang membuat suatu nilai itu kuat adalah ketika digunakan untuk menolong. Itu yang membedakan orang baik dan orang jahat,” tutur Coogler.

Nilai penting lainnya ada pada desain melingkar yang ditampilkan dalam film ini, seperti matahari dan cincin yang merupakan lambang keutuhan dan keabadian.  Diiringi dengan soundtrack  “Legend Has It” yang dinyanyikan oleh Run The Jewel, lagu ini merujuk pada Black Panther sebagai legenda.

Hal lain yang memiliki nilai yang tak kalah pentingnya adalah kostum Wakanda. Perancang kostum Ruth E. Carter mengadaptasi pakaian suku-suku di Afrika sepertu Maasai,  Himba, Dogon, Basotho, Tuareg, Turkana, Xhosa, Zulu, Suma, dan Dinka.

Ia juga mempelajari karya desainer kontemporer, Issey Miyake, Yves Saint-Laurent dan Donna Karan. Seperti kostum yang dikenakan Black Panther.

Kostum tersebut merepresentasikan unsur mistik rune, yang didasarkan pada cerita “doomwar”, dimana T’Challa mengembangkan taktik magis untuk tidak bergantung pada vibranium (sebagai sumber negaranya).

Selain itu, tanda kesukuan sebagai representasi identitas Afrika terlihat dari tato pada tubuh Killmonger, villain yang diperankan Michael B. Jordan, yang diadaptasi dari tato luka suku Mursi dan Suma.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga