Ini Dia Negara yang Melarang Perayaan Valentine

Ini Dia Negara yang Melarang Perayaan Valentine Pixabay

Covesia.com - Sebagian orang menganggap Hari Valentine adalah istimewa, hari ketika segala sesuatu dan semua orang di sekitar anda tampak bernuansa merah, namun itu bukan warna merah simbol pemberontakan, tapi merah yang penuh gairah dan cinta.

Nuansa cinta ditemukan di berbagai pertokoan pada 14 Februari setiap tahunnya. Tapi, seiring berjalannya waktu dan pemikiran anak muda di negara besar, Hari Valentine kini memiliki banyak pembenci.

Dirangkum covesia.com dari berbagai sumber, berikut ini adalah negara-negara yang secara tegas melarang perayaan hari kasih sayang

Pakistan

Sebagaimana dilaporkan independent, pemerintah Pakistan melarang segala bentuk perayaan di ruang publik atau publikasi di media massa mengenai Hari Valentine. Ini karena valentine tidak berasal dari tradisi Islam. Aturan tersebut, ditetapkan oleh Mahkamah Agung Pakistan di Islamabad setelah gagalnya wacana aturan itu setahun yang lalu.

Presiden Mamnoon Hussain, juga mengimbau masyarakat Pakistan untuk tidak turut serta dalam perayaan budaya impor Barat yang mengikis nilai-nilai Islam tersebut. “Hari Valentine tidak ada hubungannya dengan budaya kita dan itu harus dihindari,” ujarnya.

Menurut Waheed, media cetak dan elektronik selama ini menurutnya mempunyai andil dalam menjadikan Hari Valentine seolah-olah adalah bagian dari budaya lokal Pakistan. Termasuk saluran TV swasta yang menayangkan konten khusus terkait hari kasih sayang itu. Untuk itu, Ia juga mendukung keputusan pengadilan untuk melarang perayaan Valentine.

Indonesia

Di Indonesia, mayoritas siswa sekolah muslim menggelar aksi protes terhadap perayaan hari Valentine. Hal tersebut, dilakukan untuk mengecam perayaan hari kasih sayang yang seringkali menjadi kedok atas perilaku sex bebas.

Salah satunya adalah siswa di sekolah Surabaya yang menolak tegas dengan melakukan demonstrasi. “Katakan tidak untuk Valentine!” seru para siswa yang rata-rata berusia 13 hingga 15 tahun yang mengenakan jilbab tersebut.

“Ada kebanggaan tertentu mengenai tindakan positif yang dilakukan siswa ini (penolakan Hari Valentine untuk mencegah seks bebas),” ujar Ida Indahwati Waliulu selaku Kepala Sekolah. Pada tahun 2015 lalu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Indonesia bahkan mengeluarkan ancaman akan mengeluarkan fatwa terhadap penjualan kondom yang diselipkan pada coklat valentine.

Di 2017 ini, MUI Jawa Timur bahkan mengeluarkan fatwa haram terhadap perayaan hari valentine. Membantu dan memfasilitasi perayaan hari valentine juga termasuk haram.

Malaysia

Penolakan Hari Valentine, juga datang dari negara tetangga Indonesia, yaitu Malaysia. Kelompok yang menyebut dirinya The National Association Muslim Youth mendesak perempuan untuk menghindari penggunaan simbol-simbol yang berhubungan dengan Valentine.

Kelompok tersebut juga menampilkan alasan mereka menolak valentine yang juga dilengkapi dengan poster anti-valentine.

(sea)

Baca juga: Lima Alasan Hari Valentine Dibenci

Berita Terkait

Baca Juga