4 Langkah yang Bisa Dilakukan untuk Mengalahkan Kanker Paru

4 Langkah yang Bisa Dilakukan untuk Mengalahkan Kanker Paru Pixabay

Covesia.com - Kabar mengejutkan datang dari Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sosok yang terkenal ramah dan santun di kalangan wartawan tanah air itu menyatakan mengidap penyakit kanker paru-paru stadium empat.

"Dokter bilang saya kanker paru-paru stadium IV pertengahan Januari lalu," ujarnya melalui pesan Whatsapp yang diterima covesia.com, Senin(12/2/2018).

Sutop mengatakan, dirinya mengaku sempat terkejut ketika divonis mengidap kanker paru-paru stadium empat. Pasalnya, ia bukanlah seorang perokok dan tidak mempunyai riwayat kanker secara genetis atau keturunan.

"Saya pikir ya sudahlah. Ini garis hidup saya. Saya jalani saja dengan ikhlas. Harus tetap semangat," katanya.

Pernyataan Sutopo, bahwa dia harus tetap semangat meski divonis mengidap kanker paru-paru stadium empat, merupakan cara positif menyikapi penyakit tersebut.

Dikutip covesia.com dari laman hallosehat, berikut tips yang bisa dilakukan untuk membantu anda atau orang-orang di sekitar anda untuk pulih dari kanker paru.

Selama perawatan, anda mungkin mengalami berbagai efek samping yang tidak diinginkan seperti mual, lemah, kehilangan nafsu makan, dan rambut rontok. Efek samping ini biasanya berlangsung dalam jangka pendek dan dapat diatasi.

Di samping itu, ada juga efek jangka panjang yang dapat muncul beberapa tahun kemudian pasca menjalani perawatan. Efek pengobatan tersebut termasuk perubahan fisik dan emosional. Diskusikan dengan dokter mengenai efek jangka panjang dari pengobatan dan cara untuk menghindarinya.

Rencana perawatan lebih lanjut sama pentingnya dengan perawatan yang anda jalani sekarang. Perawatan lebih lanjut akan mengurangi risiko kanker paru datang kembali. Bersamaan dengan dokter, anda dapat merencanakan rencana tindak lanjut yang memang khusus untuk anda sendiri.

Perawatan tersebut harus mencakup tes medis dan pemeriksaan fisik rutin untuk memantau proses pemulihan anda. Dokter dapat membantu anda mendapat kehidupan normal. Pastikan anda tetap memantau kondisi tubuh di rumah. Perhatikan tanda-tanda yang tidak biasa dan biarkan dokter mengetahuinya sedini mungkin untuk penanganan yang lebih baik.

Berpikir positif

Anda mungkin sudah tahu bahwa pikiran dapat memengaruhi tubuh. Oleh karena itu, segera buang pikiran negatif dan stres karena dapat menghambat pemulihan paru.

Penelitian menunjukkan bahwa hanya setengah dari jumlah penderita kanker paru stadium lanjut (yang mengalami depresi pada saat pengobatan kemoterapi) yang hidup dibandingkan dengan pasien yang tidak depresi. Dalam studi lain, pasien yang mengalami depresi akan memiliki survival median empat kali lebih pendek

Walaupun jumlah penderita kanker yang sembuh tergolong rendah, jangan biarkan hal ini mematahkan semangat juang anda. Pasalnya, data tersebut hanya perkiraan berdasarkan rata-rata dari seluruh pasien dengan kanker paru. Tetaplah berpikir positif bahwa Anda bisa melawan kanker paru dan akhirnya sembuh.

Pertahankan pola makan sehat dan olahraga teratur

Untuk menjaga aliran darah yang baik ke paru, tetaplah bergerak secara aktif (kecuali jika dokter menyarankan sebaliknya). Aliran darah yang baik dapat memberikan lebih banyak oksigen ke paru sehingga anda dapat bernapas lebih mudah. Luangkan waktu 3 kali seminggu selama 15 menit untuk melakukan aktivitas fisik,. Jangan terlalu memaksakan diri saat berolahraga.

Selain olahraga, diet sehat juga diperlukan selama dan setelah menjalani pengobatan. Nutrisi yang terkandung dalam makanan akan membantu proses pemulihan paru. Langkah ini dapat mencegah kanker paru datang kembali.

Minta dukungan orang sekitar

Penelitian menunjukkan bahwa pasien yang menjalin hubungan sosial yang baik mengalami kenaikan tingkat kemungkinan sembuh dari penyakit sebanyak 50%. Pada kasus penderita kanker, penelitian lain menemukan bahwa dukungan orang sekitar dapat menurunkan risiko kematian sebesar 25%.

Inilah sebabnya dukungan dari teman dan keluarga berperan penting dalam proses penyembuhan. Berbagi perasaan dengan orang lain dapat membantu anda mengatasi emosi dan menghadapi tantangan dari kanker paru. Kelompok pendukung juga bisa anda pilih untuk berkumpul dan saling berbagi pengalaman dengan orang lain yang sama-sama berjuang melawan kanker.

Kebanyakan pasien kanker paru biasanya bergantung hanya pada obat untuk sembuh. Padahal, ada segudang cara untuk mendukung pemulihan kanker paru tanpa harus melibatkan terapi radiasi atau bahan kimia.

(sea)

Baca juga: Ini Alasannya Kenapa Kita Perlu Memahami Berbagai Tahap Stadium Kanker Paru

Berita Terkait

Baca Juga