4 Tanaman Bermanfaat yang Gampang Ditanam Di Sekitar Rumah

4 Tanaman Bermanfaat yang Gampang Ditanam Di Sekitar Rumah Tanaman Betadine atau Jatropha multifida

Covesia.com - Sejak zaman dahulu, obat sudah dikenal luas oleh masyarakat sebagai alat bantu untuk menyembuhkan penyakit. Berbagai terapi dan ramuan secara tradisonal sudah dilakukan masyarakat, tidak ada hal yang baru hingga saat ini. Pembeda hanyalah cara, bahan, dan metode yang digunakan.

Seiring perkembangan zaman, obat dan pengobatanpun berkembang secara pesat. KIni obat kimia, atau yang familiar disebut sebagai obat modern telah banyak beredar luas di tengah masyarakat tentunya dengan uji klinis yang telah memenuhi standar internasional.

Nah, untuk urusan obat tradisional, apakah masih terus digunakan oleh masyarakat saat ini? jawabannya iya.

Berbicara masalah obat tradisonal, tentu banyak sekali jenis dan bentuknya, mulai dari Jahe hingga Betadine.

Anda perlu tahu, ternyata ramuan obat atau lebih tepatnya tanaman obat sangat gampang didapatkan dan ditanam di sekitar rumah anda.

Soal tanaman obat, berikut tanaman obat yang gampang ditanam di sekitar rumah anda yang dinukil dari berbagai sumber.

1. Daun Betadine

Daun Betadine memiliki fungsi sebagai obat luka seperti betadine dalam bentuk obat cair. 

Di perkampungan atau desa, daun betadine yang tumbuh di sekitar halaman rumah, dipercaya dapat menyembuhkan luka terbuka.

Daun Betadine dari pohon ini salah satu kerabat pohon jarak yang memiliki nama latin Jatropha multifida, dan termasuk dalam family Euphorbiaceae.

 Penanaman dan perawatannya pun sangat gampang, cukup potong dahannya yang segar ke tanah, tidak perlu perawatan khusus, cukup dijaga dari gangguan binatang ternak atau manusia.

2. Jahe

Jahe adalah salah satu jenis tanaman obat yang populer digunakan sebagai bahan pembuat jamu dan obat tradisional.

Jahe mengandung senyawa aktif kuat bernama gingerol yang mampu mengatasi banyak masalah pencernaan seperti sakit perut dan mual-muntah, pusing karena vertigo, hingga mengurangi sakit akibat nyeri haid serta nyeri sendi seperti osteoarthritis dan rematik.

Gingerol juga dilaporkan dapat mencegah pertumbuhan sel kanker usus besar. Selain itu, jahe dapat membantu menurunkan berat badan.

3. Kumis kucing

Kumis kucing adalah tanaman obat yang cukup terkenal dalam meringankan beberapa masalah kesehatan, seperti luka di kulit dan gusi bengkak.

Selain itu, zat antiradang dalam kumis kucing dapat membantu mengendalikan gejala alergi, rematik dan asam urat, penyakit ginjal, hingga menghentikan kejang.

Sebuah penelitian pada tikus lab yang diterbitkan jurnal Ethnoparmhacology melaporkan bahwa daun kumis kucing juga bersifat diuretik yang memicu peningkatan produksi urine.

Secara tidak langsung, bolak-balik buang air kecil dapat membantu mengeluarkan bakteri yang ada di dalam kandung kemih. Hal ini pun membantu mengurangi kemungkinan risiko infeksi saluran kencing.

4. Kunyit

Kunyit mengandung zat kurkumin yang memberikan warna oranye khasnya. Kurkumin jugalah yang memberikan khasiat obat dari kunyit untuk membantu menjaga kesehatan serta mencegah penyakit.

Berkat senyawa kurminnya, simpang oranye ini sudah sejak dulu digunakan dalam pengobatan tradisional Indonesia untuk meringankan gejala gangguan pencernaan, gejala penyakit kulit, mengatasi penyakit hati, mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke, hingga mencegah kanker usus besar.

Berdasarkan penelitian, kurkumin juga berfungsi melindungi kesehatan fungsi saraf.

Peringatan: sama halnya dengan jahe, kunyit juga tidak boleh kebanyakan dikonsumsi. Beberapa penelitian mengatakan konsumsi kunyit berlebihan memicu kenaikan asam lambung berlebih.

Semua tanaman diatas tentunya sangat familiar di masyarakat, dan tidak salah dicoba dan ditanam diperkarangan rumah anda. Selain bermanfaat juga sangat gampang dalam perawatan dan penanamannya.

(adi)

 

Berita Terkait

Baca Juga