Covid-19 Varian Omicron Lebih ''Dahsyat'' Dibanding Delta, Dr Andani Ingatkan Hal ini ke Anak Muda

Covid19 Varian Omicron Lebih Dahsyat Dibanding Delta Dr Andani Ingatkan Hal ini ke Anak Muda Kepala Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr Andani Eka Putra

Covesia.com - Rata-rata penambahan kasus Covid-19 harian di Indonesia tercatat terus melandai. Namun, baik Pemerintah dan semua pihak harus tetap waspada akan ancaman, terurama varian baru, Omicron. 

Atas kondisi ini, Kepala Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr Andani Eka Putra mengingatkan hal penting yang harus diperhatikan anak muda. 

"Pada dasarnya Covid-19 tidak terlalu membahayakan bagi anak muda, tapi mereka 'dapat membunuh' orang tua mereka sendiri. Apalagi varian Omicron yang bermutasi jauh lebih dahsyat dibanding Delta," ungkapnya di Padang, Jumat (3/12/2021). 

Andani menjelaskan, kebanyakan yang meninggal dunia akibat Covid-19 adalah orang berusia lanjut. Meski mereka tidak kemana-mana, tapi jika si anak sering nongkrong tanpa menerapkan prokes, tak ayal mereka sendiri yang menularkan kepada orang tua mereka. 

Menurutnya, yang terjadi saat pandemi terjadi adalah masyarakat tidak paham, pemerintah tidak paham, tenaga kesehatan juga. Rumah sakit penuh. Bahkan sempat angka kematian di RSUP DR. M Djamil Padang pernah mencapai 70 persen. 

Kemudian, katanya, masyarakat masih banyak yang tidak percaya Covid-19. Sosialisasi juga tidak berjalan maksimal.

"Kita sangat butuh partisipasi masyarakat, bagaimana meminimalisir mereka yang tidak percaya Covid-19, meminimalisir penolakan di daerah, bahkan sudah diberikan informasi tetap menolak. Juga mubalik, banyak yang juga menolak percaya adanya Covid-19," ujarnya. 

Dia menilai, kebijakan pemerintah saat ini sudah bagus, dengan memperbanyak testing kontak erat dan bisa diperiksa. Sementara, ada 80 persen terkonfirmasi Covid-19 yang tidak ada gejala.

Di lain sisi, dia menilai, koordinasi yang buruk antar perangkat pemerintah dan masyarakat akan menimbulkan kerugian, terutama bagi masyarakat sendiri.

"Akibat pandemi ini, masyarakat yang paling menderita. Yang beruntung pedagang alat kesehatan, bukan nakes. Pejabat yang suka 'main' juga beruntung," pungkasnya. 

(ila/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga