Pemko Bukittinggi Kembali Terapkan WFH bagi ASN Hingga 15 September

Pemko Bukittinggi Kembali Terapkan WFH bagi ASN Hingga 15 September Surat Edaran Walikota Bukittinggi terkait WFH

Covesia.com - Dalam rangka pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19), terhitung 8 hingga 15 September 2020, Pemerintah kota Bukittinggi kembali menerapkan penyesuaian jam kerja bagi ASN dengan sistem kerja bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH), 

Kebijakan WFH ini berlaku bagi ASN tidak hanya dalam keadaan hamil, menyusui bayi usia dibawah satu tahun dan ASN yang memiliki penyakit menahun, tapi juga bagi Eselon IV, pelaksana dan fungsional tertentu. 

Sistem WFH ini sesuai dengan kebutuhan dan pengaturan dari SKPD masing-masing dengan memperhatikan jumlah pegawai yang melaksanakan tugas kedinasan di kantor paling banyak 50% (lima puluh persen).

Namun dalam hal keadaan mendesak, ASN yang melaksanakan pekerjaan dari rumah (WFH) dapat dipanggil kembali ke kantor untuk melaksanakan tugas yang diberikan oleh pimpinan.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, dalam surat edarannya, mengatakan, eselon II dan III tetap berdinas seperti biasa. Khusus Pelaksana yang bertugas sebagai petugas kebersihan, sopir, petugas operasional, tetap melaksanakan tugas seperti biasa. Bagi eselon III dan IV pada Kantor dan Kecamatan tetap melaksanakan tugas seperti biasa. 

Terkait pelaksanaan tugas dan pendistribusian pekerjaan merupakan tanggung jawab Kepala SKPD masing-masing. Kepala SKPD melakukan pengawasan dan memberikan pekerjaan pada bawahan, ASN melaporkan hasil pekerjaan setiap hari setelah jam bekerja berakhir melalui aplikasi sicathar kepada atasan masing-masing, presensi diambil melalui share location (berbagi lokasi terkini) sebanyak tiga kali sesuai jam kerja yaitu pukul 07.30 Wib, pukul 13.00 Wib dan pukul 16.00 Wib ke group whatsapp masing-masing dan dipantau. 

Bagi ASN yang tidak memiliki handphone android agar melaporkan dengan mengirimkan SMS kepada atasan langsung dan Kasubag Umum dan Kepegawaian masing-masing SKPD. Koordinasi pekerjaan dapat dilakukan melalui teknologi informasi (email, whatsapp, video conference dan aplikasi lainnya). 

Dalam Surat Edaran tersebut, Wako Ramlan juga melarang ASN dan keluarga bepergian ke luar daerah selama masa WFH. Selain itu mewajibkan kepala SKPD untuk memastikan ASN yang melaksanakan tugas di lingkungan perkantoran untuk memperhatikan panduan pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Diantaranya wajib menggunakan masker sejak perjalanan dari/ ke rumah dan selama di lingkungan perkantoran, menjaga jarak aman, rajin mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer, membudayakan etika batuk yang benar dan melakukan olah raga.

(deb)

Berita Terkait

Baca Juga