Sidang Kasus Prostitusi Online NN, Saksi Rio Bantah Pakai NN Sebelum Digerebek

Sidang Kasus Prostitusi Online NN Saksi Rio Bantah Pakai NN Sebelum Digerebek Hadir sebagai saksi, Andre Rosiade, Bimo Nurahman, dan Rio Handevis, menghadiri sidang lanjutan perkara terdakwa NN (27) dan muncikarinya AS (25) di Pengadilan Negeri Kelas 1A Padang, Senin (7/9/2020)(Foto: Istimewa)

Covesia.com - Dalam sidang lanjutan perkara terdakwa NN (27) dan muncikarinya AS (25) di Pengadilan Negeri Kelas 1A Padang, pada Senin (7/9/2020), saksi Rio Handevis membantah dirinya memakai jasa NN sebelum penggerebekan terjadi.

Sebelumnya diketahui bahwa NN ini merupakan pekerja seks yang digerebek Polda Sumatera Barat (Sumbar) bersama Andre Rosiade di Hotel Kyriad Bumi Minang pada Minggu (26/1/2020) lalu.

Dalam perkara dugaan pelanggaran Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan UU Pornografi itu, selain saksi Rio juga ada dua orang saksi lain yaitu Andre Rosiade dan Bimo Nurahman.

Saksi Rio dalam persidangan itu membantah dirinya memakai jasa NN sebelum penggerebekan terjadi, sebagaimana yang dikatakan terdakwa NN dirinya dipakai dulu sebelum digerebek.

Bahwa katanya, dalam kasus tersebut dia diminta oleh pihak kepolisian untuk menjadi informan.

Disampaikan saksi Rio, bahwa sebelum terjadi penggerebekan itu, dia datang ke Hotel Kyriad Bumi Minang sekitar pukul 11.00 WIB, untuk menghadiri acara penyampaian visi dan misi bakal calon gubernur dan wakil gubernur dari partai Gerindra.

Setelah itu katanya, penggerebekan terjadi di lantai 6 di hotel tersebut, sedangkan acara partai Gerindra di lantai 2.

"Jadi, waktu itu pihak dari polda meminta saya untuk menjadi informan membuktikan prostitusi online di Kota Padang," kata Rio.

Atas permintaan itu sekitar pukul 13.00 WIB, saksi Rio menginstall aplikasi Michat dan membuat akun atas nama Feri dengan menggunakan telepon genggam miliknya sendiri.

Dia lalu mendapatkan akun target Michat Tari. Akun tersebut mengirimkan sejumlah foto wanita berbusana minim. Sehingga disepakati harga Rp800.000.

Sebelumnya, akun Michat Tari meminta agar transaksi dilakukan di Hotel Grand Zuri Padang, tapi akun Michat Feri milik Rio menawarkan transaksi di Hotel Kyriad Bumi Minang, karena sudah membooking kamar, lalu akun Michat Tari setuju.

Lalu Rio atas permintaan pihak kepolisian meminta kunci pintu kamar 606 di Hotel Kyriad Bumi Minang ke saksi Bimo yang merupakan ajudan Andre.

Rio berada di kamar hotel tersebut sekitar pukul 14.00 WIB, dan setelah beberapa saat menunggu, terdakwa NN datang. Di kamar hotel itu saksi Rio memberikan uang Rp750.000, yang diperolehnya dari polisi, tapi terdakwa NN menolak karena tidak sesuai kesepakatan awal. Namun setelah negosiasi, tarif pun akhirnya disepakati.

Di kamar tersebut, karena itu hanya penjebakan, saksi Rio berusaha mengulur-ulur waktu. Waktu itu terdakwa NN sudah tidak berbusana. Rio mengatakan bahwa dia di kamar hotel tersebut bersama terdakwa NN sekitar 15 menit ngobrol. Dia mengaku tidak melakukan hubungan intim dengan NN, meski dia menyebut saat penggerebekan terjadi berada bersama NN di kamar mandi.

"Saya tidak ada melakukan hubungan intim dengan NN," jelasnya.

Kemudian saksi Rio mengatakan, mendengar pintu kamar hotel tersebut diketuk, lalu dari kamar mandi, saksi Rio bergegas untuk membuka pintu, dan yang pertama masuk adalah polisi yang diikuti oleh awak media.

Sementara itu, menanggapi pernyataan Rio tersebut, terdakwa NN membantah. Bahwa katanya sebelum penggerebekan terjadi, dia sudah melakukan hubungan intim dengan saksi Rio di kamar mandi. Tetapi, saksi Rio tetap bersikukuh pada keterangannya.

"Saat penggerebekan, kami sedang berhubungan intim di kamar mandi. Kemudian masalah pembayaran, awalnya Rio bayar Rp 500 ribu. Lalu saya bilang kalau gitu tidak jadi karena kurang Rp 300 ribu. Selanjutnya saksi Rio bilang akan bayar lewat transfer melalui M Banking. Saya punya M Banking tapi lagi ada masalah. Kemudian dia tambah dengan bayar tunai Rp 250 ribu. Kalau sudah selesai kata Rio, akan dibayar dengan jaminan handphone miliknya," ungkap NN dalam persidangan itu.

Sebelumnya, dalam perkara terdakwa NN tersebut, sejumlah saksi sudah diperiksa yaitu dua saksi dari Polda Sumbar, General Manager Hotel Kriyad Bumiminang Fajri, dan tiga saksi dari Partai Gerindra yaitu Wahyudi Hidayat, Zulkifli dan Edwar Azwar, lalu sang muncikari AS.

Dalam perkara tersebut, NN dijerat dengan Pasal 27 Ayat 1 UU No. 11/2008 Juncto Pasal 45 Ayat 1 UU No.19/2016 tentang Perubahan Atas UU No. 11/2008 tentang ITE Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. NN juga dijerat dengan Pasal 4 Ayat 2 Juncto Pasal 30 UU No. 44/2008 tentang Pornografi Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

(per)

Berita Terkait

Baca Juga