Seorang Warga Pasaman Positif Covid-19 Meninggal Dunia

Seorang Warga Pasaman Positif Covid19 Meninggal Dunia Saat proses persiapan pemakaman warga Pasaman pasien positif yang meninggal dunia, Sabtu (5/9/2020). (Ist)

Covesia.com - Pemerintah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat melalui Dinas Kesehatan setempat melaporkan seorang warga daerah itu yang positif Covid-19 meninggal dunia.

Bupati Pasaman, Yusuf Lubis melalui Plt. Dinas Kesehatan, dr Rahadian Suryanta mengatakan pasien diketahui berinisial RS (55) warga Jorong VIII, Simpang Empat Nagari Lubuk Layang, Kecamatan Rao Selatan.

"Almarhumah meninggal dunia sekitar pukul 03.30 WIB, Sabtu (5/9/2020) dini hari tadi saat tengah dalam perawatan intensif di ruang isolasi RSUD Lubuk Sikaping," terang dr Rahadian Suryanta kepada Covesia.com, Sabtu (5/9/2020) malam.

dr Rahadian mengatakan jasad almarhumah sudah selesai dimakamkan di kampungnya Rao Selatan dengan standar Covid-19 sekitar pukul 15.00 WIB tadi sore.

"Alhamdulillah sudah selesai proses pemakaman dengan standar Covid-19. Ini merupakan kasus pertama di Pasaman yang meninggal dunia karena Covid-19," tambah dr Rahadian Suryanta.

Kata dia pasien pertama kali datang ke RSUD Lubuk Sikaping untuk menjalani perawatan medis dengan keluhan batuk, demam, dan sesak nafas sekitar pukul 02.30 WIB, Kamis (3/9/2020) kemarin.

"Pasien dirawat di ruang isolasi dengan diagnosa Diabetes Melitus, Suspek TB paru, dan Suspek Covid-19. Kemudian hari itu langsung dilakukan Swab terhadap pasien dan besoknya (4/9/2020) juga dilakukan Swab ke-2 yang dikirim ke Laboratorium Balai Ventiriner Bukittinggi," katanya.

Selanjutnya sekitar pukul 02.30 WIB, tadi pasien menderita sesak nafas dan berhenti bernafas sekitar pukul 03.30 WIB dini hari tadi yang dinyatakan dokter meninggal dunia.

"Melihat kondisi pasien itu, pihak RSUD Lubuk Sikaping langsung berkoordinasi dengan Laboratorium Balai Ventiriner Bukittinggi sekitar pukul 07.45 WIB tadi pagi yang menyatakan Swab I dan II positif Covid-19. Setelah itu jenazah langsung dibawa ke kamar jenazah untuk dilakukan pemulasaran jenazah dengan standar Covid-19 usai mendapat persetujuan keluarga. Proses pemakaman baru selesai sekitar pukul 15.00 WIB tadi," katanya.

Untuk sementara kata dia pihaknya belum mengetahui secara pasti dari mana sumber penularan pasien hingga dinyatakan positif Covid-19.

"Sebab almarhumah tidak memiliki riwayat perjalanan dari daerah pandemi Covid-19. Namun kami menerima laporan bahwa ada salah satu keluarganya yang baru pulang dari daerah pandemi Covid-19. Untuk memastikannya kami besok akan melakukan Swab terhadap pihak keluarganya tersebut," katanya.

Pihaknya juga bakal melakukan tracking atau penelusuran terhadap riwayat kontak sosial pasien untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Baru nanti kita lakukan Swab. Kepada masyarakat tetap kami minta untuk mematuhi protokol kesehatan dalam beraktifitas sehari-hari," katanya.

(hri)

Berita Terkait

Baca Juga