Gagal Mencalon, Atos Pratama Mengaku Legowo

Gagal Mencalon Atos Pratama Mengaku Legowo Atos Pratama, Wakil Bupati Pasaman (kiri)

Covesia.com - Wakil Bupati Pasaman, Atos Pratama mengaku legowo karena tidak bisa maju (gagal) dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 ini.

Atos Pratama dipastikan gagal ikut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di Kabupaten Pasaman akibat kurangnya dukungan partai politik dalam pengusungannya.

"Saya menyatakan legowo, karena tak bisa maju dalam Pilkada Kabupaten Pasaman. Saya telah berjuang maksimal, namun Allah SWT punya rencana lain dan ketetapan Allah Pasti lebih baik," ungkap Atos Pratama, Sabtu (5/9/2020).

Atos Pratama yang sebelumnya berpasangan dengan mantan Sekda, M Saleh ini hanya mendapat dukungan dari dua partai politik di DPRD setempat, yakni Partai Gerindra 5 kursi dan Hanura dengan raihan satu kursi. Sementara dalam syarat pencalonan, dukungan parpol minimal 7 kursi atau 20 persen dar total kursi di parlemen.

Partai sebelumnya yang digadang akan mengusung pasangan ini, yakni NasDem dan PKS malah berbalik haluan mendukung paslon Benny-Sabar.

Meskipun dirinya tak jadi maju, namun Atos Pratama menginginkan para pendukung dan simpatiannya jangan sampai golput alias tidak menyalurkan aspirasinya pada saat hari H pencoblosan di Pilkada.

"Para pendukung jangan sampai golput. Tetap gunakan hak konstitusi. Serta mari kita menjaga ke kondusifan dan keamanan daerah kita tercinta (Pasaman)," kata Atos Pratama.

Atos juga mengucapkan rasa terimakasih kepada partai politik  Gerindra dan Hanura yang telah bersedia memberikan dukungan kepadanya, meskipun belum mencukupi kuota sebagaimana syarat pencalonan yang ditetapkan oleh KPU, yakni 7 kursi atau 20 persen dari jumlah kursi di DPRD setempat. 

"Saya sangat merasa berterimakasih atas dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan oleh partai Gerindra dan Hanura kepada saya agar saya bisa maju di Pilkada Pasaman, namun ini tidak bisa kita paksakan karena partai lainpun juga mempunyai hak dalam menentukan arah dan dukungan partainya masing-masing," ucapnya.

Ia juga menyampaikan akan terus berbuat yang terbaik bagi Pasaman disisa masa jabatan yang sekarang ini maupun setelah habis masa jabatannya nanti sebagai Wakil Bupati Pasaman.

"Saya akan terus berbuat yang terbaik untuk Pasaman meskipun nanti saya tidak menjabat sebagai Wakil Bupati lagi, semoga Pasaman bisa menjadi lebih baik kedepannya," ucapnya.

Terkait semakin menguatnya isu calon tunggal versus kotak kosong pasca kegagalan pencalonan dirinya di pilkada 2020 ini, menurutnya itu merupakan warna dan pembelajaran baru bagi dunia perpolitikan di daerah  tersebut. 

"Tidak ada masalah, undang-undang menjamin tentang hal itu. Semoga nanti bisa menjadi lebih baik dan lebih maju," tutupnya.

(hri)

Berita Terkait

Baca Juga