Tempati Kantor Baru, Gubernur Berharap KPID Lebih Optimal dalam Pengawasan Penyiaran di Sumbar

Tempati Kantor Baru Gubernur Berharap KPID Lebih Optimal dalam Pengawasan Penyiaran di Sumbar Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno saat meresmikan kantor baru Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (2/9/2020)(Foto: Istimewa)

Covesia.com - Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno berharap dengan diresmikannya kantor baru Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (2/9/2020), supaya KPID lebih optimal dalam pengawasan penyiaran di daerah, agar terus semakin membaik.

"Setelah adanya kantor, alat pemantauan penyiaran yang baru ini, kita berharap kinerja KPID semakin membaik," ungkap Irwan Prayitno saat meresmikan Kantor KPID Sumbar di Padang, Rabu (2/9/2020).

Gubernur menyebutkan, keberadaan kantor baru ini sangat penting bagi KPID Sumbar sebagai lembaga independen dalam mengawasi dan memantau siaran di media baik televisi maupun radio.

"Artinya, harus ada tempat yang nyaman bagi mereka untuk bekerja, dengan sudah adanya kantor yang representatif, KPID mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,"jelas Irwan.

Ia berharap pelaksanaan Pilkada termasuk objek yang diawasi KPID, selain konten siaran lainnya yang menjadi kewajiban dan tugas utama KPID.

"Kita berharap KPID dapat mengawasi iklan-iklan atau berita-berita dan lainnya terkait calon di lembaga penyiaran yang ada di Sumbar sehingga menghasilkan pemimpin tanpa ada kecurangan. Tentunya peran KPID sangat penting," pungkas Irwan.

Sementara itu, Ketua KPID Sumbar, Afriendi Sikumbang mengatakan, dengan adanya kantor bru ini, ia sangat bersyukur sekali, karena dengan adanya kantor baru dan lokasinya sangat strategis ia lebih mudah melakukan pelayanan terhadap masyarakat.

"Jadi, proses perizinan, pengaduan pelanggaran siaran yang dilihat masyarakat langsung bisa dilaporkan ke KPID, kemudian kordinasi hubungan dengan stake holder terkait lainnya, dapat kita lakukan di kantor baru ini," sebutnya.

Kemudian kata Afriendi, di masa Pilkada tahun 2020 ini pihaknya juga siap menyukseskan pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan serentak dilaksanakan di Sumbar pada 9 Desember 2020 mendatang.

"Kami siap memonitor selama 24 jam konten siaran televisi dan radio di daerah ini," ujarnya.

Ia mengatakan untuk melakukan pemantauan dan memonitor konten siaran tersebut, pihaknya butuh alat monitor yang memadai.

"Itu tugas pokok kita, memonitor siaran lembaga penyiaran. Tentu kita butuh alat monitor yang memadai," kata dia.

Dikesempatan yang sama, Sekretaris Komisi I DPRD Sumbar, HM Nurnas mengatakan KPID juga masih butuh anggaran untuk penambahan SDM tenaga pengawasan siaran.

Di perhelatan Pilkada 2020, KPID Sumbar juga akan mengawasi siaran Pilkada. Tentu butuh dana pengawasan dan monitoring siaran radio.

"Alat monitoring untuk radio dan penyiaran di daerah, belum ada alat pemantauannya," sebut Nurnas yang hadir dalam peresmian tersebut.

Nurnas menambahkan, KPID juga butuh dana sosialisasi dan literasi untuk penyiaran Pilkada kepada lembaga penyiaran TV-Radio dan pada masyarakat.

"Jadi, gubernur harus membantu anggaran KPID untuk terus mengawal penyiaran yang sehat dan berkualitas di tengah-tengah masyarakat," pungkasnya.

(don)


Berita Terkait

Baca Juga