Dugaan Kasus Penganiayaan, Keluarga Tahanan di Rutan Anak Air Melapor ke Polisi

Dugaan Kasus Penganiayaan Keluarga Tahanan di Rutan Anak Air Melapor ke Polisi Penasehat hukum korban yakni Vino Octavia menunjukkan bukti laporan dugaan penganiayaan di Padang, Selasa (1/9). (Antarasumbar/FathulAbdi)

Covesia.com - Keluarga salah seorang tahanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Anak Air Padang, Sumatera Barat (Sumbar) membuat laporan polisi karena anaknya atas nama Ances Setiawan diduga telah menjadi korban penganiayaan di dalam Rutan.

"Hari ini kami membuat laporan ke Polresta Padang atas dugaan tindak penganiayaan yang dialami oleh korban di dalam Rutan," kata keluarga melalui Penasehat Hukum Vino Octavia dikutip dari laman Antara, Rabu (2/9/2020).

Laporan dibuat di SPKT Polresta Padang dengan nomor LP/459/B/IX/2020/Resta SPKT-Unit II tertanggal 1 September 2020.

"Kami berharap pihak kepolisian mengusut laporan kami ini dan menemukan pelaku," ujarnya.

Vino mengatakan kejadian yang dialami kliennya itu diketahui terjadi pada Sabtu (29/8) sekitar pukul 14.00 WIB, di Rutan Anak Air Padang.

Menurutnya dugaan penganiayaan yang dialami oleh Ances diduga dilakukan oleh tahanan lain yang berada di blok yang sama dengannya.

Akibatnya korban yang terjerat kasus narkotika mengalami lebam dan memar di bagian wajah.

"Kami berharap polisi segera menindaklanjuti kasus ini," tambahnya.

Sementara itu Kepala Rutan Anak Air Padang, Eri Irawan mengatakan pelaporan terhadap polisi tersebut adalah hak bagi masyarakat.

"Melapor adalah hak masyarakat dan kami menghormati itu (proses hukum)," lanjutnya.

Ia mengatakan pihaknya pun juga merespon persoalan tersebut secara maksimal, dan tengah memeriksa tahanan yang ada di blok yang sama dengan korban.

"Para tahanan itu sekarang dikunci di blok, dan diperiksa satu per satu," tambahnya.

Eri juga mengemukakan usai peristiwa itu pihaknya juga langsung memberikan penanganan medis terhadap tahanan dengan membawa ke rumah sakit, melaksanakan CT Scan dan lainnya.

"Saat ini yang beraangkutan (korban) ditempatkan di Klinik, dan dijaga oleh petugas," katanya.

(ant/nod)

Berita Terkait

Baca Juga