Kuasa Hukum Tak Ada, Sidang Kasus Pencemaran Nama Baik Mulyadi Kembali Ditunda

Kuasa Hukum Tak Ada Sidang Kasus Pencemaran Nama Baik Mulyadi Kembali Ditunda Sidang kasus pencemaran nama baik Mulyadi

Covesia.com - Sidang kasus dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian kepada anggota DPR RI, Mulyadi melalui media sosial di Pengadilan Negeri Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat kembali menunda.

Hakim Anggota Pengadilan Negeri Lubuk Basung, Yunindro Fuji Ariyanto mengatakan, menunda sidang kedua dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jasa Penuntut Umum ini disebabkan tidak adanya kuasa hukum dari salah satu terdakwa yaitunya Eri Sofiar.

"Setiap terdakwa berhak memiliki kuasa hukum, tidak adanya kuasa hukum maka sidang pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum ditunda hingga selasa depan," ujarnya.

Penundaan sidang kasus dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian kepada anggota DPR RI, Mulyadi di media sosial melalui akun bodong bernama Mar Yanto ini sudah mengalami dua kali penundaan.

Penundaan pertama disebabkan Ketua Majelis Hakim Teti Sulastri berhalangan hadir karena sakit dan kembali ditunda karena salah satu terdakwa tidak bisa menghadirkan kuasa hukumnya.

Sidang dilaksanakan secara virtual, ketiga tersangka dan kuasa hukum berada di Mapolres Agam, Jaksa Penuntut Umum di Kantor Kejari Agam dan sidang hanya dihadiri oleh majelis hakim atas nama Teti Sulastri sebagai ketua, Yunindro Fuji Ariyanto dan Handika Rahmawan sebagai anggota.

(jhn/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga