Dalam Dua Hari Terakhir, 33 Orang Warga Agam Terkonfirmasi Positif Covid-19.

Dalam Dua Hari Terakhir 33 Orang Warga Agam Terkonfirmasi Positif Covid19 Ilustrasi (pixabay)

Covesia.com - Jumlah warga yang dikonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) semakin meningkat, bahkan dua hari terakhir sebanyak 33 warga dilaporkan sudah terinfeksi.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTP2) Covid-19 Agam, Khasman Zaini mengatakan, jumlah tersebut berdasarkan data yang diterima dari Tim Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Wilayah II Baso.

"Total sampai hari ini telah 149 orang. Terjadi penambahan 33 orang dari hari kemaren tidak ada penambahan pasien yang sembuh dan pasien meninggal tetap sebanyak 3 orang," ujarnya saat dikonfirmasi Covesia.com Selasa (1/9/2020).

Adapun rincian warga yang terkonfirmasi positif yaitunya 6 orang warga Kecamatan IV koto, 14 warga Palembayan dan 13 orang warga kecamatan Matur. "Dari 33 positif di Agam, berasal dari 3 cluster, yaitunya cluster Pondok Pesantren yang di Matur, 13 orang, cluster perantau dari Mentawai di IV Koto, 6 orang dan cluster dari pesta pernikahan di Palembayan sebanyak14 orang," katanya lagi.

Mengingat semakin meningkatnya jumlah positif Covid-19, dengan penyebaran terbesar oleh pesta dan keramaian, Pemerintah Kabupaten Agam mengeluarkan pelarangan kegiatan pesta kenduri dan kegiatan keramaian lainnya.

Larangan itu sesuai Instruksi Bupati Agam Nomor 3 tahun 2020 tanggal 31 Agustus 2020, yang ditujukan pada seluruh kepala OPD, camat, wali nagari, serta direktur perusahaan se-Kabupaten Agam, agar dapat menghentikan sementara kegiatan pesta perkawinan dan kegiatan hiburan atau panggung terbuka, sampai batas waktu yang ditentukan.

"Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 perlu dilakukan berbagai langkah diantaranya, tidak mengizinkan atau melarang sementara pesta perkawinan dan kegiatan hiburan sampai batas waktu yang ditentukan. Sementara itu, untuk kegiatan akad nikah masih diperbolehkan dengan memperhatikan protokol kesehatan dan maksimal dihadiri 20 orang," lanjutnya.

Sementara itu untuk antisipasi masuknya dari luar daerah,bagi tamu yang menghadiri akad nikah berasal dari luar daerah, harus dilakukan tes swab untuk memutus mata rantai Covid-19, serta berbagai pengawasan lain yang harus lebih diintensifkan di seluruh wilayah kabupaten Agam.

(han/adi)

Berita Terkait

Baca Juga