Pemko Pariaman Belum Gunakan Kapal Hibah Untuk Bawa Wisatawan

Pemko Pariaman Belum Gunakan Kapal Hibah Untuk Bawa Wisatawan Kepala Dinas Perhubungan, Kota Pariaman, Yanrileza.

Covesia.com - Sejak tiba di Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) pada Oktober 2019 lalu, namun hingga sekarang kapal pelayaran rakyat (Pelra) yang merupakan hibah dari pemerintah pusat dengan nama KM. Banawa Nusantara 88, belum pernah digunakan untuk wisatawan hingga sekarang. 

"Masih belum digunakan untuk wisatawan, karena masih adanya persiapan yang harus dilakukan," sebut Kepala Dinas Perhubungan, Kota Pariaman, Yanrileza pada Senin (31/8/2020).

Lanjut Yanrileza, kapal ukuran 35 gross ton (GT) itu sampai di Pariaman pada Oktober 2019 lalu. Namun hingga sekarang masih dijangkarkan di dekat pulau Angso Duo.

"Tapi kami ingin bekerjasama dengan wisata. Kalau ada wisatawan yang ingin ke pulau dan memancing bisa menggunakan kapal itu," katany. 

Dikatakan Yanrileza, kapal tersebut pernah digunakan oleh Komunitas Merah Putih Pariaman (KMPP) untuk menuju Pulau Bando guna mengibarkan Bendera Merah Putih di bawah laut pada 15 Agustus 2020 kemaren dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-75 RI.

Yanrileza menjelaskan, nanti untuk pengelolaan kapal pembawa wisatawan tersebut, akan diserahkan kepada pihak ketiga atau koperasi yang terdapat di daerah itu. 

"Nanti dengan koperasi itu kami bekerjasama untuk pengelolaanya," ujarnya.

Kapal tersebut tersebut dari kayu yang dilengkapi dengan pendingin ruangan atau AC, sonar, GPS, bahkan sarana karaoke, dan dapur.

Sebelumnya satu unit kapal pelayaran rakyat (Pelra) berukuran 35 gross ton (GT) bantuan dari pemerintah pusat untuk Kota Pariaman, Sumbar, telah tiba di daerah itu pada Senin sore (21/10/2019).

Kapal tersebut akan digunakan untuk penyeberangan antarpulau baik Pariaman-Mentawai maupun sebaliknya atau ke pulau lainnya. Agar membantu meningkatkan potensi pariwisata di Kota Pariaman.

(pri)

Berita Terkait

Baca Juga