Gubernur dan Kadisdik Sumbar Dituding Rampas Aset SMA Agam Cendekia

Gubernur dan Kadisdik Sumbar Dituding Rampas Aset SMA Agam Cendekia Ketua Yayasan Bina Insan Cendekia Madani (YBICM) saat membuat laporan di Pengadilan Negeri Padang, Senin (31/8/2020)(Foto: Ist)

Covesia.com - Adanya surat pemberitahuan Kepala Sekolah SMA Negeri Agam Cendekia, M. Hernandar tertanggal 19 Agustus 2020 perihal pemberitahuan pengosongan aset SMA Negeri Agam Cendekia kepada Yayasan Bina Insan Cendekia Madani (YBICM), Berbuntut panjang. Pihak YBICM melaporkan Gubernur dan Kadisdik Sumbar ke Pengadilan Negeri Padang, Senin (31/8/2020) dengan tudingan telah merampas Aset SMA Agam Cendekia dari yayasan.

Surat yang bernomor 421.3/253/SMAN-Ag.Cend/VIII-2020 ini menjadi dasar bagi YBICM untuk melaporkan Gubernur dan Kadisdik Sumbar ke ranah hukum. Pasalnya, saat ini beberapa aset seperti dua Mess dan satu kantor YBICM telah dikuasai Disdik Sumbar melalui kepsek SMA Agam Cendekia.

"Kami memasukkan laporan ke Pengadilan Negeri Padang karena Gubernur dan Kadisdik telah merampas aset YBICM yaitu SMA Agam Cendekia dan seluruh fasilitasnya," sebut Ketua Umum YBICM, Walneg kepada wartawan, Senin (31/8/2020) di Padang.

Buntut pelaporan ini disebutkan Walneg merupakan puncak kemelut antara Disdik Sumbar dengan YBICM sejak tahun 2017. Tepatnya setelah peraturan Kemendikbud yang mengalihkan seluruh sekolah SMA Negeri dibawah kewenangan Pemprov Sumbar. 

"Jadi sejak ada aturan Kemendikbud itu, Pemprov menyatakan bahwa SMA Cendekia adalah sekolah negeri dan seluruhnya berada di bawah Pemprov. Jadi kami Yayasan yang dari awal mendirikan SMA Cendekia Agam dari nol tidak dianggap dan malah diusir sekarang ini," sebut Walneg.

Sejak tahun 2017, antara Disdik Sumbar dan YBICM sudah berdialog untuk menemukan solusi atas kemelut ini. Bahkan YBICM memberikan 3 opsi kepada Disdik Sumbar. 

Dimana opsi pertama, YBICM mau melepaskan SMA Cendikia sepenuhnya kepada Disdik Sumbar dengan mengganti seluruh aset SMA Cendikia. Dimana total aset yang telah dihitung antara Rp 16-22 Miliar.

Opsi kedua, memberikan seutuhnya hak kepada YBICM untuk mengelola SMA Agam Cendekia dengan status swasta.

Kemudian opsi ketiga melanjutkan kerjasama dengan kesepakatan pembagian peran dan fungsi yg dapat diperbaharui. Dimana sejak SMA Agam Cendekia berdiri di tahun 2004, terjadi kesepakatan kerjasama (MOU) antara YBICM dengan Disdik Kabupaten Agam untuk melangsungkan proses pembelajaran.

"Jadi ketiga Opsi ini ditolak dan di bolak balikan terus oleh Disdik Sumbar. Sempat tahun 2019 SMA Agam Cendekia ini mau dijadikan status swasta setelah dimediasikan oleh Kapolda, Fakhrizal. Tapi Disdik tidak serius mengurus  dan mengulur prosesnya terus. Akhirnya buntu sampai sekarang," katanya.

Sementara itu Penasehat Hukum YBICM, Dahlan Pido mengatakan selain melaporkan Gubernur dan Kadisdik Sumbar ke Pengadilan Negeri Padang. YBICM juga akan melaporkan ke Polda Sumbar, Selasa (1/9/2020).

"Hari ini kami lapor ke Pengadilan Negeri Padang untuk persoalan perdata. Banyak aspek pelanggaran perdata yang bisa kami jadikan bukti. Kemudian Besok kami melapor ke Polda Sumbar untuk ranah pidana," kata Dahlan Pido.

Dalil yang dilaporkan oleh Dahlan Pido di Pengadilan Negeri Padang adalah pasal 1365 dan 1367 KUH Perdata. Dimana ada kerugian bagi YBICM Selaku pemilik SMA Agam Cendekia. 

Sedangkan untuk dalil pidana, Penasehat Hukum YBICM ini belum bisa menerangkan karena belum resmi melapor ke Polda Sumbar.

"Untuk dalil pidana di Polda Sumbar, besok saja. Kami resminya melapor besok," sebutnya. 

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Adib Alfikri mengatakan pihaknya menghargai langkah yang ditempuh oleh YBICM. Hanya saja, ia menekankan kepada YBICM bahwa soal SMA Agam Cendekia ini sudah pernah dibahas oleh Inspektorat Kemendikbud dan Inspektorat Pemprov Sumbar. Hasilnya, tidak ada pengelolaan yayasan di sekolah negeri.

"Persoalan SMA Cendekia Agam ini sudah ada di bahas oleh Inspektorat Kemendikbud dan Pemprov Sumbar. Hasilnya tidak ada pengelolaan yayasan di dalam sekolah negeri," sebut Adib ketika dikonfirmasi covesia.com.

Namun karena YBICM tidak menerima hal ini, Adib menuturkan Disdik Sumbar telah bersedia menyerahkan pengelolaan seutuhnya kepada YBICM dan berstatus swasta. Hanya saja, pihak YBICM tidak mengurusnya secara serius. Kemudian meminta agar Disdik Sumbar yang mengurus pendirian status sekolah swasta SMA Agam Cendekia ini.

"Jadi mana ada pemerintah mengurus izin sekolah swasta. Harus dari yayasan yang aktif. Tapi saat kami membuka tangan untuk ini, mereka tidak pro aktif untuk mengurus dan berharap kami yang mengurusnya. Jadi itu tidak mungkinkan," tutupnya. 

(agg)

Berita Terkait

Baca Juga