Pengelola Wisata di Agam Serahkan Satwa Dilindungi ke BKSDA

Pengelola Wisata di Agam Serahkan Satwa Dilindungi ke BKSDA Penyerahan hewan langka jenis Kukang ke BKSDA Agam, Rabu (12/8/2020)(Foto: dok.bksda)

Covesia.com - Pengelola Waterboom Loebas Wisata, Lubuk Basung Uzi M Fikri Yasin serahkan 1 (ekor) satwa dilindungi jenis Kukang (Nycticebus coucang) kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) BKSDA Agam, Ade Putra mengatakan, satwa langka tersebut diperoleh dari masyarakat yang tinggal sekitar lokasi wisata pada hari Selasa (11/8). Mengetahui bahwa binatang tersebut dilindungi Uzi langsung memintanya untuk diserahkan ke BKSDA.

"Tadi kita mendapat satu ekor hewan yang dilindungi dari salah seorang pengelola objek wisata di Lubuk Basung, sebelumnya pada bulan  April 2020 lalu, pengelola wisata ini juga pernah menyerahkan 7 ekor hewan yang dilindungi jenis Baning Coklat (Manouria emys)," ujarnya saat dikonfirmasi Covesia.com, Rabu (12/8/2020).

Pihaknya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pengelola waterboom Loebas Wisata atas kepedulian dan perhatian terhadap pentingnya konservasi tumbuhan dan satwa Dilindungi. BKSDA berharap ini menjadi contoh teladan yang baik bagi masyarakat umum lainnya. 

Dijelaskannya, didunia terdapat lima genus Nycticebus, tiga jenis spesies kukang hidup di Indonesia, yaitu Kukang jawa (Nycticebus javanicus), Kukang sumatera (N. coucang) dan Kukang borneo (N. menagensis).

International Union for Conservation of Nature, (IUCN)) Redlist bahkan telah mengategorikan Kukang jawa dalam status endangered (terancam punah) dan vulnerable (rentan terhadap kepunahan) untuk jenis Kukang sumatera dan Kukang borneo.

Sementara itu, Convention On International Trade On Endangered  Species Of Wild Fauna And Flora (CITES) atau konvensi perdagangan internasional tumbuhan dan satwa liar spesies terancam, Kukang   telah dimasukkan dalam kategori dalam Appendix 1 CITES, yang berarti tidak boleh diperdagangkan,

Sedangkan di Indonesia sendiri, kukang dilindungi berdasarkan Undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya dan peraturan menteri lingkungan hidup dan kehutanan nomor P.106/2018 yang melarang setiap orang untuk menangkap, melukai, membunuh, memiliki, menyimpan, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa dilindungi baik dalam keadaan hidup, mati ataupun bagian-bagian tubuhnya.

(jhn)

Berita Terkait

Baca Juga