BNNK Pasaman Barat Ungkap Lima Kasus Narkoba Selama 2020

BNNK Pasaman Barat Ungkap Lima Kasus Narkoba Selama 2020 BNNK Pasbar saat melakukan siaran pers di Simpang Empat, Selasa (11/8/2020).

Covesia.com - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pasaman Barat, Sumatera Barat berhasil mengungkap lima kasus tindak pidana penyalahgunaan Narkotika selama 2020.

Kepala BNNK Pasaman Barat, Irwan Effenry mengatakan jumlah pengungkapan kasus itu melewati batas target penangkapan.

"Kita targetkan untuk pengungkapan kasus narkotika setahun hanya dua kasus. Alhamdulillah kita berhasil menuntaskan lima kasus hingga saat ini dan melewati batas target yang diberikan," terang Kepala BNNK Pasaman Barat, Irwan Effenry di Simpang Empat, Selasa (11/8/2020).

Irwan mengatakan dari lima berkas penangkapan itu pihaknya berhasil mengamankan lima tersangka dengan barang bukti sebanyak 1,21 Gram golongan I jenis Sabu-sabu.

"Berkas pertama yang dituntaskan adalah LKN/01/I/Pb.00/2020 BNNK-PASBAR tanggal 24 Januari 2020 dengan tersangka inisial LA dengan barang bukti 0,15 gram sabu dan divonis 5,4 tahun penjara," tambah Irwan.

Selanjutnya untuk berkas kedua LKN/II/Pb.00/2020 BNNK-PASBAR tanggal 19 Februari 2020 dengan dua tersangka inisial DC dan FB dengan barang bukti 0,14 gram sabu dengan vonis empat tahun dan tiga tahun penjara.

"Kemudian LKN/III/Pb.00/2020 BNNK-PASBAR tanggal 20 Juli 2020 dengan tersangka inisial YS dan NS dengan barang bukti 0,92 gram sabu dengan proses penyidikan," katanya.

Menurutnya saat ini Pasaman Barat dijadikan tempat peredaran narkotika bukan lagi sebagai tempat perlintasan.

"Kecendrungan saat ini banyak yang mengedarkan sabu di Pasaman Barat dan diduga putarannya cepat," katanya.

Terhadap langkah-langkah antisipasi pihaknya terus berupaya menyosialisasikan bahaya narkoba dan narkotika kepada generasi muda di Pasaman Barat.

"Kami juga merencanakan membuat nagari bersih dari narkoba (nagari bersinar) dengan bekerja sama dengan Pemkab Pasaman Barat melalui pemerintahan nagari yang ada dengan membuat peraturan nagari untuk memasukkan hukum adat bagi penyalahgunaan narkoba yang tidak bertentangan dengan hukun yang lebih tinggi," katanya.

(hri/nod)

Berita Terkait

Baca Juga