Unggulkan Sektor Pariwisata, Pelaku Wisata di Bukittinggi Dilatih Tata Kelola Destinasi

Unggulkan Sektor Pariwisata Pelaku Wisata di Bukittinggi Dilatih Tata Kelola Destinasi Pelatihan Tata Kelola Destinasi oleh pelaku wisata Bukittinggi, Selasa (11/8/2020)

Covesia.com - Pemko Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) melalui Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga setempat melaksanakan pelatihan tata kelola destinasi DAK non fisik tahun 2020. Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 11 hingga 13 Agustus 2020 yang dibuka secara resmi oleh Wali Kota Bukittinggi, Selasa (11/8/2020).

Kadisparpora Bukittinggi, Supadria, menjelaskan, pelatihan tata kola destinasi DAK non fisik tahun 2020 ini merupakan kegiatan lanjutan dari program tahun lalu. Dimana pesertanya, merupakan pelaku pariwisata dari desa wisata, kelurahan Kayu Kubu, Bukik Apik, Manggis Gantiang dan Puhun Pintu Kabun.

"Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendanaan dari pusat. Sehingga para pelaku pariwisata dapat lebih meningkatkan kompetensi dalam bidang pelayanan terhadap pengunjung di setiap objek wisata yang ada di Bukittinggi," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Kadisparpora memaparkan, sejak dicabutnya PSBB di Bukittinggi, objek wisata kembali dibuka. Rata-rata pengunjung masuk kota Bukittinggi, berjumlah 2500 orang per hari.

"TMSBK rata-rata 2000 pengunjung per hari, Panorama Lobang Jepang rata rata 500 pengunjung per hari. Ditambah dengan kunjungan objek wisata tidak berbayar seperti Taman Jam Gadang dan Ngarai. Saat ini Disparpora bersama pelaku wisata dan didukung masyarakat, terus berupaya untuk meningkatkan kepariwisataan Bukittinggi. Komitmen pemerintah daerah kota Bukittinggi tetap memprioritaskan bidang pariwisata. Pembangunan yang dianggarkan dan dikerjakan selama lima tahun terakhir menggeliat dan mendukung kepariwisataan Bukittinggi," terangnya.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, pariwisata ini kuncinya aman, nyaman dan inovasi. Sehingga dengan pelatihan tata kelola destinasi ini, dapat membentuk dan membangun Bukittinggi sebagai kota wisata yang tertata dengan baik.

"Membangun kota yang tertata dengan baik, bukan hal yang mudah. Penataan yang dilakukan sesuai aturan, tentu akan banyak pro dan kontra. Untuk merusaknya sangat gampang sekali. Ini yang kita terus upayakan. Bagaimana masyarakat memahami dan ikut berpartisipasi aktif untuk membangun kota Bukittinggi yang aman dan nyaman secara bersama. Pariwisata tidak bisa berdiri sendiri. Kita harus menyatukan hati untuk membangun kepariwisataan yang inovatif, sehingga menciptakan kesan yang aman dan nyaman berkunjung ke Bukittinggi," jelasnya.

Wako mengajak bagaimana masyarakat bisa memberdayakan potensi wisata yang ada didaerahnya. Bagaimana melayani pengunjung agar memberikan kesan yang baik terhadap potensi wisata di Bukittinggi. Sehingga dengan hal itu, menjadi pesan berantai untuk wisatawan lainnya dan berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan ke Bukittinggi.

"Saat ini banyak potensi wisata alam unggulan di Bukittinggi. Diantaranya, Ngarai Sianok, TMSBK, Ngarai Koto Barangai, untuk kuliner, ada Nasi Kapau, Karupuak Sanjai, Aia Aka, Kopi Bukik Apik dan Ampiang Dadiah, yang kini masuk nominasi Anugrah Pesona Indonesia award 2020, bordiran, sulaman, serta banyak lagi potensi wisata lainnya," ulasnya

Pelatihan tata kelola destinasi ini, menghadirkan narasumber Kadisparpora Bukittinggi, Supadria, Kadisparpora Sumbar, Novrial, Fakultas Pariwisata UMSB, Rozi Yuliani, Wina Asty, Rika Andriani, Muhammad Subari, Pelaku Pariwisata, M. Zuhrizul dan motivator, Zainal Muttaqin. 

(deb)

Berita Terkait

Baca Juga