Berikut Kronologis Penangkapan Dua Tersangka Narkoba bersama 102 Kilogram Ganja di Pasaman

Berikut Kronologis Penangkapan Dua Tersangka Narkoba bersama 102 Kilogram Ganja di Pasaman Jajaran Polres Pasaman saat menyampaikan operasi penangkapan Narkoba di mako polres setempat, Senin (10/8/2020)

Covesia.com - Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat kembali meringkus dua tersangka dalam kasus tindak pidana penyalahgunaan Narkotika golongan I jenis Ganja di daerah itu.

Kapolres Pasaman, AKBP Hendri Yahya didampingi jajarannya ketika diwawancarai oleh Covesia.com, mengatakan bahwa kedua tersangka Narkoba itu dibekuk di jalan lintas Sumatera Medan-Bukittinggi yang beralamat di Pasar Salibawan Jorong IV Salibawan, Kenagarian Sundatar, Kecamatan Lubuk Sikaping sekira pukul 08.45 WIB, Senin (10/8/2020) tadi.

"Kedua tersangka masing-masing berinisial RF (21) warga Pasar Pagi Birugo, Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh,  Kota Bukittinggi dan MF (20) Koto Malintang, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam," terang Kapolres Pasaman, AKBP Hendri Yahya didampingi Kasatres Narkoba, Iptu Syafri Munir.

AKBP Hendri Yahya mengatakan dalam penangkapan itu berhasil diamankan Barang Bukti (BB) berupa Ganja sebanyak 102 paket besar.

"Diperkirakan mencapai 102 Kilogram diduga Narkotika jenis Ganja yang dibalut dengan lakban warna coklat yang dimasukkan ke dalam lima buah karung goni plastik. Kemudian satu unit mobil merek Toyota Avanza warna silver dengan Nomor Polisi B 1809 EOJ," tambah AKBP Hendri Yahya.

Sementara Kasatres Narkoba Polres Pasaman, Iptu Syafri Munir mengatakan penangkapan tersebut berawal dari saat anggotanya melakukan patroli sekitar pukul 06.00 WIB, Senin (10/8/2020) tadi di daerah tersebut.

"Kemudian kami mendapat telpon dari KBO Sat Resnarkoba bahwa ada dua unit mobil (tersangka) yang kecelakaan di Pasar Salibawan Jorong IV Salibawan, Kenagarian Sundatar, Kecamatan Lubuk Sikaping. Dimana salah satu mobil tersebut yakni merek toyota Avanza warna silver dengan nomor polisi B 1809 EOJ yang berisikan Lima buah karung goni plastik dan dicurigai bahwa isi karung goni plastik tersebut diduga Narkotika jenis Ganja kering," terang Iptu Syafri Munir. 

Namun kata dia sesampainya petugas dilokasi kejadian saat itu pengemudi dan penumpang mobil tersebut sudah tidak berada di tempat lagi.

"Dari keterangan masyarakat setempat bahwa setelah kecelakaan ada dua orang yang berlari meninggalkan mobil. Kemudian KBO Sat Resnarkoba beserta anggota melakukan pemeriksaan mobil dan mengecek isi lima buah karung goni plastik tersebut yang disaksikan oleh kepala jorong setempat dan warga masyarakat. Dan didalam lima buah karung goni plastik tersebut didapati paket-paket yang dibalut dengan lakban warna coklat yang diduga yakni narkotika jenis Ganja kering sebanyak 102 paket besar," katanya.

Baca juga: Polres Pasaman Bekuk Dua Tersangka Narkoba, 102 Kilogram Ganja Diamankan

Selanjutnya dibawah pimpinan Kasat Resnarkoba mengamankan barang bukti dan melakukan pencarian terhadap orang atau pengemudi dari amobil yang mengangkut paket-paket yang diduga narkotika jenis ganja tersebut. 

"Kemudian sekira pukul 07.00 WIB, anggota Sat Resnarkoba yang saat itu sedang melakukan pengintaian melihat ada dua sepeda motor dengan masing-masing orang satu pengemudi dengan gelagat yang mencurigakan. Sehingga anggota Sat Resnarkoba mengikuti terus kemana tujuan dua unit sepeda motor tersebut dan sekira pukul 08.45 WIB anggota Sat Resnarkoba memberhentikan secara paksa hingga mengamankan kedua tersangka di Pertamina Sawah Panjang Lubuk Sikaping," katanya.

Usai diamankan salah satu tersangka inisial RF (21) ditemukan sedang membawa senjata api jenis Air Soft Gun merek P. BARETTA beserta amunisi satu butir.

"Dari keterangan dua orang yang diamankan mengakui bahwa mereka yang membawa Narkotika diduga jenis Ganja kering sebanyak 102 paket besar itu dari daerah Kabupaten Madina,  Sumatera Utara. Sedangkan dua lagi disuruh untuk menjempt dengan alasan karena kecelakaan," katanya.

Saat ini kedua tersangka bersama barang bukti kata dia sudah diamankan di mako Polres Pasaman untuk proses hukum lebih lanjut.
"Tersangka pengedar Narkotika itu melanggar pasal 114 jo 112 UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 20 tahun penjara dan maksimal seumur hidup," tutupnya.

(hri/nod)

Berita Terkait

Baca Juga