Kasus Covid-19 Bertambah, Dua Daerah di Sumbar Kembali Berada di Zona Orange

Kasus Covid19 Bertambah Dua Daerah di Sumbar Kembali Berada di Zona Orange Ilustrasi (Dok.Covesia)

Covesia.com - Kota Padang mencatat 16 orang warganya positif terinfeksi Covid-19. Maka kondisi kota Padang yang sebelumnya berada di zona Kuning, kembali masuk ke zona orange. Sumbar terdapat 2 daerah yang berada di zona orange yaitu Kabupaten Solok dan Kota Padang.

"Total 891 orang yang telah dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 di Provinsi Sumatera Barat. Dari 724 spesimen terperiksa, terkonfirmasi tambahan 17 orang warga Sumbar positif terinfeksi Covid-19, kesembuhan pasien Covid-19 setelah 2x konversi negatif bertambah 7 orang," ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Jasman Rizal, Rabu (29/7/2020).

Warga Sumbar terkonfirmasi positif sebanyak 17 orang yaitu 16 orang dari Kota Padang dan 1 orang dari Kabupaten Padang Pariaman. 

1. Wanita 25 th, warga Anduring, status pelajar, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan dirawat 

2. Wanita 20 th, warga Anduring, status pelajar, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan dirawat.

3. Pria 62 th, warga Anduring, status pensiunan ASN, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan dirawat.

4. Pria 23 th, warga Anduring, status pelajar, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan dirawat.

5. Pria 34 th, warga Kubu Dalam Parak Karakah, pekerjaan CS, diduga terpapar dari pekerjaan, penanganan dirawat.

6. Pria 47 th, warga Indarung, pekerjaan karyawan BUMN, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan dirawat.

7. Wanita 55 th, warga Parak Laweh, status IRT, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan dirawat.

8. Wanita 16 th, warga Parak Laweh, status pelajar, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan dirawat.

9. Wanita 34 th, warga Sungai Sapih, pekerjaan Tenaga Kesehatan, diduga terpapar dari pekerjaan, pekerjaan isolasi mandiri sementara.

10. Pria 57 th, warga Lubuak Buayo, pekerjaan Swasta, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan dirawat di RSUD Rasidin Padang.

11. Wanita 40 th, warga Parupuk Tabiang, pekerjaan karyawan BUMD, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.

12. Wanita 35 th, warga Tanah Sirah Piai, pekerjaan karyawan BUMD, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.

13. Pria 32 th, warga Lubuk Lintah, pekerjaan karyawan BUMD, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan isolasi mandiri sementara.

14. Pria 62 th, warga Lubuk Lintah, status pensiunan ASN, diduga terpapar dari aktivitas keluarga, penanganan dirawat di RS. Unand.

15. Wanita 57 th, warga Lubuak Linth, pekerjaan ASN, diduga terpapar dari aktivitas keluarga, penanganan dirawat di RS. Unand.

16. Pria 62 th, warga Kubu Marapalam, pekerjaan pedagang, terinfeksi karena kontak di Pasar Raya, penanganan dirawat di RST Dr. Reksodiwiryo.

Satu pasien dari Kabupaten Padang Pariaman merupakan Pria 56 th, warga Kasang, pekerjaan karyawan BUMN, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, penanganan dirawat di Semen Padang Hospital.

Untuk pasien sembuh  sebanyak 7 orang dengan rincian, 

1. Wanita 14 th, warga Lubeg, status pelajar, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien Semen Padang Hospital.

2. Wanita 88 th, warga Sulit Aia, status IRT, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien Semen Padang Hospital.

3. Pria 53 th, warga Kampuang Manggih, pekerjaan kontraktor, diduga terpapar dari pekerjaan, pasien Semen Padang Hospital.

4. Wanita 28 th, warga Lapai, pekerjaan Tenaga Kesehatan, diduga terpapar dari pekerjaan, pasien RST Dr. Reksodiwiryo.

5. Wanita 30 th, warga Batipuah Panjang, pekerjana honorer, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien RST Dr. Reksodiwiryo.

6. Wanita 24 th, warga Cengkeh, pekerjaan Pramusaji, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien RST Dr. Reksodiwiryo.

7. Wanita 28 th, warga Nanggalo, pekerjaan Tenaga Kesehatan, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien RST Dr. Reksodiwiryo.

Kasus Suspek dengan total 86 orang. Dirawat sebanyak 13 orang. Isolasi mandiri sebanyak 73 orang.

(ila)

Berita Terkait

Baca Juga