Pasaman Optimis Tetap Menjadi Sentra Perikanan Air Tawar di Sumbar

Pasaman Optimis Tetap Menjadi Sentra Perikanan Air Tawar di Sumbar Ilustrasi - pixabay

Covesia.com - Kabupaten Pasaman merupakan daerah penghasil ikan air tawar terbesar di Sumatera Barat. Daerah ini masih tetap optimis menjadi sentra perikanan air tawar di Ranah Minang ini.

Kepala Dinas Perikanan Pasaman, M Dwi Richie mengatakan hingga tahun 2019 lalu, luas areal perikanan di daerah itu mencapai 4.332 Ha, dengan jumlah produksi sebanyak 53.540,26 ton.

"Bidang perikanan merupakan sektor andalan di daerah itu dan juga menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Pasaman. Hal itu sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pasaman tahun 2016 – 2021 mendatang," terang M Dwi Richie di Lubuk Sikaping, dikutip, Rabu (29/7/2020).

Dwi Richie menyampaikan bahwa untuk memenuhi kebutuhan pasar yang ada di daerah dan luar daerah, pemerintah daerah setempat, juga sudah menetapkan beberapa kecamatan di daerahnya sebagai percontohan sentra budidaya ikan air tawar (minapolitan).

"Adapun daerah percontohan tersebut meliputi kecamatan Rao dan Rao Selatan. Sementara kawasan penyangga yakni Padang Gelugur, Panti dan Bonjol," katanya.

Ia mengatakan, potensi budidaya ikan air tawar di daerah ini sangat besar karena didukung oleh sumber air cukup memadai.

“Pemasaran hasil produksi ikan masyarakat di daerah ini tidak hanya di daerah setempat, tapi juga sampai ke provinsi tetangga seperti Riau, Jambi, Bengkulu, dan Medan Sumatera Utara serta daerah lainnya," tambahnya.

Dijelaskannya, pada tahun 2018 lalu luas arel perikanan Pasaman pada 12 kecamatan  mencapai 4.332 Ha. Tidak itu saja, jumlah pembudidaya ikan di 12 kecamatan di Pasaman sejak 2018 – 2019 kemarin juga mengalami peningkatan. 

Di tahun 2018 Jumlah pembudidaya ikan di Pasaman sebanyak 18.284 orang, dan tahun 2019 meningkat menjadi 18.464 orang.

“Jumlah pembudi daya ikan terbesar 2018 di Pasaman ini terdapat di Kecamatan Rao Selatan mencapai 4.653 orang. Kemudian disusul Kecamatan Rao 4.388 orang, Padang Gelugur 2.794 orang, dan Kecamatan Simpang Alahan Mati 688 orang," katanya.

Terkait jumlah produksi ikan budidaya di daerah itu juga mengalami peningkatan. Tahun 2018 lalu, jumlah produksi ikan budidaya sebanyak 51.824,32 ton, dan pada tahun 2019 mengalami peningkatan menjadi 53.540,26 ton. 

(ril)

Berita Terkait

Baca Juga