Kasus Covid-19 Bertambah di Agam, Proses Belajar Mengajar Tatap Muka Diundur.

Kasus Covid19 Bertambah di Agam Proses Belajar Mengajar Tatap Muka Diundur Kepala Disdikbud Agam, Isra (Covesia).

Covesia.com - Pemerintah Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menunda pelaksanaan proses belajar mengajar (PBM) tatap muka di Kabupaten Agam, belum bisa dilaksanakan setelah satu warga Nagari  Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang terkonfirmasi positif Covid-19, Kamis,(23/7) kemarin.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Agam, Isra mengatakan kegiatan PBM secara tatap muka tidak boleh dilaksanakan jika Kabupaten Agam belum berstatus zona hijau Covid-19.

Hal tersebut sesuai keputusan 4 menteri, yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri, tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran/ Tahun Akademik baru di masa Pandemi Covid-19.

"Ada penambahan kasus Covid-19 jadi belum bisa kita laksanakan sampai wilayah Agam masuk  zona hijau," ujarnya saat dikonfirmasi Covesia.com , Jumat (24/7/2020).

Dijelaskan selain tidak ada penambahan Kasus Isra banyak syarat yang harus dipenuhi sekolah agar bisa menyelenggarakan kegiatan belajar tatap muka pada masa Covid-19 diantaranya adanya penerapan protokol dan sarana prasarana kesehatan, mendapat izin dari bupati untuk sekolah yang berada dibawah wewenang pemerintah daerah, serta izin atau persetujuan dari para orangtua.

Sebelumnya, Pemkab Agam sudah merencanakan PBM tatap muka dilaksanakan pada awal Agustus. Namun, karena adanya penambahan kasus baru Covid-19 Proses tersebut terpaksa ditunda hingga Agam kembali ke zona hijau.

"Tim monitoring sudah melakukan pemantauan kesiapan PBM tatap muka di sekolah, namun adanya penambahan kasus PBM terpaksa ditunda dulu," tutupnya.

(Jhn)

Berita Terkait

Baca Juga