Tolak Hasil Pleno Verifikasi Faktual KPU Sumbar, Tim Fakhrizal-Genius Segera Ajukan Sengketa

Tolak Hasil Pleno Verifikasi Faktual KPU Sumbar Tim FakhrizalGenius Segera Ajukan Sengketa Koordinator LO Fakhrizal-Genius Umar, Haris Satria

Covesia.com - Tim Liaison Officer (LO) Bapaslon Gubernur-Wakil Gubernur Sumbar, Fakhrizal-Genius Umar menolak hasil rekapitulasi verifikasi faktual yang digelar KPU Sumbar dalam rapat pleno di Padang, Kamis (23/7/2020). Dalam waktu 3 X 24 jam, LO akan mengajukan sengketa kepada Bawaslu Sumbar atas hasil rapat pleno.

"Secara tegas, kami dari tim Fakhrizal-Genius Umar menolak hasil rapat pleno verifikasi faktual KPU Sumbar. Kami akan ajukan sengketa," sebut Koordinator LO Fakhrizal-Genius Umar, Haris Satria kepada Covesia.com, Jumat ( 24/7/2020) di kantor Bawaslu Sumbar.

Disebutkannya, hari ini dia mendatangi Bawaslu untuk berkonsultasi perihal mekanisme yang akan ditempuh oleh LO Fakhrizal-Genius Umar untuk mengajukan sengketa. 

"Saat ini saya ke Bawaslu Sumbar untuk konsultasi soal mekanisme yang akan ditempuh. Dalam 3 X 24 jam setelah hasil rapat pleno ketuk palu, laporan sengketa akan kami masukkan," sebutnya.

Baca juga: Sorot KPU Sumbar, Bawaslu Temukan Kejanggalan Verifikasi Faktual Fakhrizal-Genius

Rencana mensengketakan hasil rapat pleno rekapitulasi verifikasi faktual ini, akan dilaporkan Haris ke Bawaslu Sumbar dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). 

Namun, sebelum melapor, pihaknya harus paham betul bagaimana aturan dan mekanisme yang ditempuh.

"Cukup ke Bawaslu dan DKPP kami laporkan hasil rapat ini. Kami keberatan atas hasil dan jawaban KPU Sumbar selama rapat pleno kemarin," ucapnya.

Poin-poin yang akan diajukan dalam sengketa ada enam. Tim LO menilai ada sejumlah pelanggaran seperti, pertama, lampiran BA.5.1 KWK yang dibuat oleh KPU Sumbar tanpa ada kesepakatan dari KPU RI.

Kedua, terkait verifikasi faktual yang hanya satu kali dan tidak dituangkan dalam peraturan pelaksanaan.

Ketiga terkait RT dan RW yang dijadikan tidak memenuhi syarat (TMS). Kemudian terkait dengan data yang berbeda-beda, di beberapa kabupaten/kota ada yang TMS menjadi memenuhi syarat (MS), MS menjadi TMS, kemudian ada juga terkait dengan berita acara.

Target pegaduan, lanjutnya, agar poin-poin pengaduan yang diprotes dapat diterima dan data tidak ditemukan (TD) pendukung dapat dilakukan verifikasi faktual. 

"Kita sudah menandatangani berita acara. Dilampirkan catatan-catatan yang sudah diberikan ke KPU, dan Bawaslu," katanya.

Dia mengatakan, dari hasil konsultasi, pihak Bawaslu sudah memberikan sejumlah informasi kepada mereka tentang mekanisme untuk melewati tahapan sengketa. 

LO Fakhrizal-Genius akan menyiapkan pengajuan permohonan untuk sengketa melalui tahapan yang sudah disiapkan oleh Bawaslu Sumbar.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Sumbar, Surya Efitrimen mengatakan sepanjang terpenuhi syarat formil dan materil maka akan diproses sesuai aturan berlaku.

"Jadi harus ada syarat penggugatnya, bukti-buktinya dan permohonannya apa," katanya.

Pihaknya dapat menerima pengaduan sejak hari ini atau 3 X 24 jam sejak ditetapkan oleh hasil rekapitulasi oleh KPU Sumbar. Bapaslon dapat mengajukan sengketa karena tidak puas dengan hasil KPU Sumbar.

"Kalau sudah terpenuhi maka akan kita undang para pihak itu, baik Bapaslon dan KPU untuk menyelesaikan proses sengketa itu," katanya.

Setelah dilaporkan Bawaslu akan menyelesaikan sengketa dalam 12 hari. Para pihak akan dimediasi dan kesimpulan didapatkan setelah proses dilakukan. 

(agg/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga