Diguyur Hujan Deras Sedari Siang, SMKN 1 Sutera-Pessel Terendam Banjir

Diguyur Hujan Deras Sedari Siang SMKN 1 SuteraPessel Terendam Banjir Diguyur Hujan Deras Sedari Siang, SMKN 1 Sutera-Pessel Terendam Banjir, Rabu (22/7/2020)(Foto: Istimewa)

Covesia.com - Diguyur hujan deras sejak dari siang hingga sore hari, SMKN 1 Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) terendam banjir, diperkirakan sekitar 21 ruangan disekolah tersebut ikut terendam.

Menurut informasi yang dihimpun Covesia.com, banjir hampir merendam seluruh ruangan sekolah SMKN 1 Sutera, dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. 

"Banjir diketahui, mulai masuk ke perkarangan sekolah sekitar pukul 18.30 WIB sore tadi," sebut Kepala Sekolah SMKN 1 Sutera, Lili Suryati saat dihubungi Covesia.com, Rabu (22/7/2020) 

Ia menyampaikan, berdasarkan laporan guru-guru yang saat ini berada di sekolah, hampir seluruh ruangan terdampak banjir, dan air masuk ke dalam ruangan kelas. Dimana, dari 28 lokal sekolah, terdapat 21 ruangan terendam.

"Informasinya, 21 kelas atau ruang belajar terendam, dan air sampai sekarang belum kunjung surut," ujarnya.

Tidak hanya ruang belajar kata Lili, kantor sekolah dan ruang guru serta ruang praktek juga ikut terendam banjir. 

"Untuk kerusakkan mobiler masih belum diketahui, karena guru-guru yang berada di sekolah untuk menyelamatkan barang-barang, belum bisa melakukan mencek setiap ruangan, karena banjir terjadi hari sudah mulai gelap," ujarnya lagi.

Ia menambahkan, kondisi ini terjadi hampir setiap tahunnya, apabila hujan deras, maka akan terjadi banjir.

Menurutnya, hal itu disebabkan, saluran irigasi atau banda air di samping sekolah tidak berfungsi dan sudah tersumbat. 

"Penyebab utama banjir. Karena, irigasi tidak berfungsi. Makanya, kiriman air dari sawah masyarakat dan dari perbukitan meluap menggenangi sekolah," katanya.

Terkait kondisi ini, dirinya dari pihak sekolah meminta kepada pemerintah terkait untuk membatu pihak sekolah mengatasi persoalan-persoalan ini. Sebab, sudah sangat berdampak besar bagi sekolah. 

"Ya, kita berharap dan meminta kepada pemerintah. Baik pemerintah nagari, Kabupaten dan Provinsi untuk memperbaiki saluran irigasi didepan sekolah. Karena dampaknya sangat merugikan sekolah," harapnya.

Lanjutnya, untuk besok Kamis (23/7/2020) berkemungkinan besar proses belajar mengajar shif di sekolah itu tidak bisa dilaksanakan. 

Sebab, sebelumnya setiap kali banjir, ruang belajar atau lokal dipenuhi lumpur yang dibawa banjir. 

"Kita liat besok, berkemungkinan besar tidak bisa melakukan proses belajar mengajar. Bisa jadi besok goro, untuk membersihkan sekolah," tutupnya.

(ind)


Berita Terkait

Baca Juga