Diguyur Hujan Deras, Satu Kampung di Pesisir Selatan Terendam Banjir

Diguyur Hujan Deras Satu Kampung di Pesisir Selatan Terendam Banjir Banjir Menggenangi Rumah Warga di Kapung Lanpanjang Tabek, Kenagarian Rawang Gunuang Malelo, Pessel, Rabu (22/7/2020) (Istimewa)

Covesia.com - Akibat hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) satu kampung di daerah itu terendam banjir, pada Rabu (22/7/2020). 

Berdasarkan informasi yang dihimpun Covesia.com, satu kampung yang terendam banjir akibat diguyur hujan deras itu adalah Kampung Tabek Lanpanjang, Nagari Rawang Gunuang Malelo, Kecamatan Sutera. 

Dari keterangan salah seorang warga setempat, Anggi (27) menyebutkan, air mulai naik menggenangi kawasan dikampung itu, terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. 

"Diperkirakan, ketinggian air mencapai lutut orang dewasa," sebutnya pada Covesia.com.

Ia menjelaskan, banjir yang terjadi sore ini, merendam sekitar puluhan rumah warga yang berada di kawasan rendah. 

"Sekitar puluhan rumah terendam dan air juga masuk ke dalam rumah warga yang berada di kawasan rendah," katanya. 

Ditambahkannya, banjir ini tidak hanya dipicu akibat curah hujan tinggi saja.

Tetapi, banjir juga disebabkan tidak lancarnya saluran irigasi yang berada dikampung tersebut. 

"Debit air hujan yang berasal dari sawah masyarakat dan perbukitan tidak tertampung oleh saluran irigasi yang tersumbat dan kecil. Sehingga air meluap ke pemukiman warga dengan cepat," katanya lagi. 

Lanjutnya, kondisi ini terjadi tidak hanya terjadi satu kali dua kali. Hampir setiap kali hujan deras terjadi banjir kiriman dikampungnya itu. 

"Banjir seperti hari ini sudah sering terjadi, hampir setiap kali hujan deras terjadi banjir disini. Dan sekarang air sudah mulai surut, karena hujan mulai berhenti. Tapi, jika kembali hujan kemungkinan akan bertambah," tutupnya.

Secara terpisah, Wali Nagari Rawang Gunuang Malelo, Aprizal mengatakan, kondisi seperti ini memang sudah seringkali terjadi di kampung tersebut. 

Hal itu disebabkan, saluran irigasi di kampung tersebut terlalu kecil. Sehingga tidak kuat menampung debit air kiriman dari perbukitan dan sawah masyarakat. 

"Karena, saluran irigasi terlalu kecil, makanya tidak kuat menampung debit air, dan saluran juga mudah tersumbat akibat saluran yang kecil," katanya saat dihubungi Covesia.com.

Kendati demikian katanya, dengan kondisi seperti ini, ia berharap kepada pemerintah daerah selaku pemerintah nagari, untuk memperbaiki saluran irigasi dikampung itu. 

Karena dampak banjir, tidak hanya menggenang sebagian rumah warga saja. Tetapi, genangan air nantinya juga dapat merusak beberapa akses jalan satu-satunya dikampung tersebut.

"Memang irigasi ini mesti diperbaiki seceptnya. Sebab, sepanjang saluran irigasi disampingnya adalah akses jalan satu-satunya. Takutnya, jika dibiarkan, berlahan-lahan air akan mengikis aspal jalan," ucapnya.

Kemudian lanjutnya, ia dari pihak pemerintah nagari akan berupaya kembali mengajukan permohonan melalui proposal ke dinas PSDA Pessel. 

"Karena saluran ini gawainya kabupaten, kita kembali akan mengajukan proposal ke dinas. Sebab, sebelumnya kita sudah ajukan proposal, tetapi belum ditanggapi. Berkemungkinan karena Covid-19, jadi belum bisa ditanggapi," pungkasnya.

(ind)

Berita Terkait

Baca Juga