Jajakan Anak di Bawah Umur, Polisi Tangkap Seorang Muncikari di Padang

Jajakan Anak di Bawah Umur Polisi Tangkap Seorang Muncikari di Padang Seorang muncikari yang berhasil diamankan jajaran Satreskrimum Polda Sumbar, saat konferensi pers, Rabu (22/7/2020)(Foto: dok.humas)

Covesia.com - Seorang muncikari inisial DEP (26) diringkus pihak kepolisian di sebuah hotel berbintang di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (18/7/2020) lalu, sekira pukul 21.30 WIB. Tersangka ditangkap karena diduga melakukan eksploitasi anak secara seksual dan tindak pidana perdagangan orang.

Panit I Unit PPA Ditreskrimum Polda Sumbar, Ipda Doni Rahmadian, mengatakan penangkapan tersangka diawali informasi dari masyarakat bahwa di Kota Padang marak terjadi kasus prostitusi. Padahal, kondisi saat ini tengah pandemi Covid-19. 

"Terhadap laporan informasi masyarakat tersebut, Unit PPA Polda Sumbar beserta Opsnal Ditreskrimum Polda Sumbar menindaklanjutinya dengan cara melakukan penyelidikan terkait kasus eksploitasi dan perdagangan orang," jelasnya saat konferensi pers bersama wartawan di Mapolda Sumbar, Rabu (22/7/2020).

Saat penangkapan, pihak kepolisian juga mengamankan 2 wanita, yaitu Bunga (nama samaran) (16) dan TFP (19) yang sedang berada di kamar nomor 329 dan 340 di hotel tersebut. Bunga asal luar Sumbar, kata Doni, putus sekolah, sedangkan TFP asal Kota Padang sudah tamat sekolah. Dalam kasus ini, mereka berdua berstatus sebagai korban.

Setelah ditangkap, sang muncikari lalu ditahan oleh Polda Sumbar. Sementara kedua korban dititipkan ke Panti Sosial Karya Wanita Andam Dewi Kabupaten Solok untuk direhabilitasi.

"Berdasarkan pengakuan dari tersangka, dia melakukan ini baru pertama kali," terang Doni.

Ada pun barang bukti yang berhasil diamankan yaitu uang Rp1 juta, 2 unit handphone, 2 buah simcard, 1 buah kondom, 1 buah sarung kunci kamar hotel dengan tulisan nomor 340, dan 1 buah kartu kunci kamar hotel dengan nomor 329.

Pasal yang disangkakan Pasal 2 jo Pasal 17 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Dan, atau Pasal 88 jo Pasal 76 I UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU  Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Berdasarkan Pasal 2 jo Pasal 17 UU Nomor 21 Tahun 2007, tersangka bisa dipidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun serta ditambah sepertiga dari ancaman hukuman pidana dikarenakan korban merupakan anak.

Sementara, lanjut Doni, berdasarkan Pasal 88 jo Pasal 76 I UU RI Nomor 17 Tahun 2016, tersangka diancam pidana penjara paling lama 10 tahun.

(fkh/don)


Berita Terkait

Baca Juga