Siap Jalani Protokol Kesehatan, PPTQ Muallimin Agam Laksanakan PBM Tatap Muka

Siap Jalani Protokol Kesehatan PPTQ Muallimin Agam Laksanakan PBM Tatap Muka Kunjungan Dinas kesehatan dan Kasi Pontren Agam ke PPTQ Muallaimin Pakan Sinayan dalam rangka memantau Kesiapan PBM Tatap Muka, Senin (20/7/2020)(Covesia/johan)

Covesia.com - Siap Mematui Protokol Kesehatan, Pondok Pesantren Tahfiz Qur'an , (PPTQ) Muallimin Pakan Sinayan, Kamang Magek, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) lakukan Proses Belajar Mengajar (PBM) secara Tatap Muka.

Direktur PPTQ Muallimin Pakan Sinayan Abi Hamdi MS didampingi Kepala Mts Yasril Dt Maka mengatakan, sebelumnya pihaknya sudah menyurati Pemda Agam untuk melaksanakan PBM secara Tatap muka dan mendapat izin dengan syarat mentaati protokol kesehatan Covid-19.

"Tahun ajaran baru ini kita sudah melaksanakan PBM tatap muka dan semuanya dijalankan sesuai protokol kesehatan," ujarnya saat dikonfirmasi Covesia.com, Senin (20/7/2020).

Dijelaskan Hamdi MS, Saat proses belajar mengajar kembali ke sekolah, pihaknya sudah memberitahu wali murid untuk mengantarkan anaknya ke asrama lamgsung dengan kendaraan pribadi dan tidak boleh berhenti selama dalam perjalanan.

"Sesampainya di gerbang sekolah, Siswa dan Orang tua yang mengantar harus menggunakan masker, mencuci tangan serta memeriksa suhu tubuh," katanya.

Dalam proses pengantaran santri, orang tua tidak diperbolehkan melihat asrama maupun tempat belajar siswa. Semuanya cukup mengantar sampai gerbang pemeriksaan.

"Kita juga meniadakan kunjungan lansung orang tua sementara waktu terlebih sekali yang berasal dari luar daerah. Komunikasi hanya boleh dilakukan dengan cara daring sesuai batas waktu yang diizinkan," katanya lagi.

Selain itu dari segi sarana dan prasarana, pihaknya juga sudah menyediakan tampat cuci tangan, masker serta alat pengukur suhu tubuh serta siap memeriksa kesehatan santri secara berkala.

Dalam menjalankan protokol kesehatan PPTQ Muallimin Pakan Sinayan bekerja sama dengan Puskesmas setempat, selain itu pondok pesantren juga sudah memiliki klinik dan tim medis sendiri yang nantinya sebagai penanganan awal jika ada gejala.

"Jadi santri yang sudah berada di Pondok pesantren tidak diperkenankan keluar lokasi, serta dibatasi bergaul dengan masyarakat di lingkungan," tutupnya.

(hms/sumbar/jhn)

Berita Terkait

Baca Juga